116 Posyandu di Pangkalpinang Ikuti Sosialisasi dan Implementasikan Enam SPM dan Penanggulangan AIDS, TBC dan Malaria

Ratusan kader Posyandu se- Kota Pangkalpinang dipimpin Ketua TP Posyandu, Susanti Saparudin saat rapat dan sosialisasi di Ruang Betason Kantor Wali Kota Pangkalpinang. (Foto: Ist/ RedaksiBerita//)

PANGKALPINANG, REDAKSIBERITA – Pemerintah Kota Pangkalpinang menggelar kegiatan Implementasi Posyandu Enam Sistem Pelayanan Masyarakat dan Penyelarasan Kegiatan untuk Penanggulangan AIDS, TBC, Malaria (ATM) di Kota Pangkalpinang, di ruang Balai Betason pada Rabu (24/6/2026) yang diikuti ratusan kader dari 116 posyandu di wilayah ini.

Ketua Tim Pembina (TP) Posyandu Kota Pangkalpinang, Susanti Saparudin dalam kesempatan ini mengungkapkan Posyandu merupakan salah satu bentuk upaya bersumber daya masyarakat yang paling luas jangkauannya.

Bacaan Lainnya

Keberadaan Posyandu tidak terlepas dari peran penting tim pembinaan, yakni TP Posyandu sebagai mitra pemerintah yang betugas menggerakkan, membina dan mengembangkan kegiatan Posyandu diberbagai kegiatan daerah mulai dari pusat hingga kelurahan di Indonesia.

Menurutnya, dalam konteks reformasi dan birokrasi yang terus bergulir di Indonesia, tuntutan layanan publik yang berkualitas, akuntabel dan transparan semakin menguat.

“TP Posyandu sebagai mitra pemerintah pembangunan dituntut untuk mampu mengimplementasikan prinsip good government dalam setiap aktivitasnya, terkhusus yang berkaitan dengan program prioritas nasional,” kata Susanti.

Kegiatan rapat dan sosialisasi terkait penaggulangan AIDS, TBC dan Malaria bagi kader Posyandu se – Kota Pangkalpinang. (Ist/ RedaksiBerita//)

“Salah satunya yang menjadi perhatian serius adalah penanggulangan penyakit menular dan tidak menular, dalam program konteks TP Posyandu dikenal dengan istilah peduli AIDS atau Imunidifiensi Sindrom, Tuberkulosis dan Malaria,” ujarnya.

Lanjutnya, ketiga kelompok penyakit itu merupakan ancaman nyata bagi masyarakat Indonesia dan memerlukan pendekatan holistik, terkoordinasi serta berbasis komunitas.

Maka dari itu, TP Posyandu memiliki empat peran utama yang saling berkaitan dalam mendukung pelaksanaan Posyandu yang efektif dan berkesinambungan, diantaranya pemangku mobilisasi sosial yang mana Posyandu sebagai motor penggerak partisipasi masyarakat dalam memanfaatkan layanan Posyandu melalui koordinasi dengan tokok masyarakat, tokoh agama dan organisasi kemasyarakatan.

Kemudian peran edukasi, fungsi edukasi merupakan inti dari kegiatan Posyandu dalam menggerakkan program-programnya, kader Posyandu yang dibina berperan sebagai ujung tombak penyampaian informasi kepada masyarakat dalam konteks peduli AIDS, Tuberkulosis dan Malaria kader yang aktif mampu mendeteksi dini gejala dan memberikan edukasi pencegahan serta rujukan kasus kepada tenaga kesehatan.

Lalu peran koordinasi lintas sektor, sebagai lembaga koordinasi lintas sektoral Posyandu memiliki kapasitas untuk membantu sinergi antara instansi, Pemerintah, organisasi masyarakat dan swasta dalam penanggulangan penyakit menular yang memerlukan penanganan lintas sektoral.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *