Teknologi

AGIS Muchyidin: Penanganan Limbah Kulit Harus Ada Audit Bangunan

REDAKSIBERITA.COM, –¬†Terkait masalah limbah penyamakan kulit Sukaregang, Kabupaten Garut, yang hingga saat ini penanganannya terus berlarut-larut, baik oleh pengusaha serta Pemerintah Kabupaten Garut. Terus mendapatkan sorotan baik dari warga yang berada di sekitar penyamakan kulit serta elemen yang ada di Kabupaten Garut.

Salah seorang mantan auditor, yang saat ini mencalonkan sebagai Anggota DPD RI, Agis Muchyidin, mengatakan, salah satu solusi untuk penanganan masalah limbah kulit Sukaragang, yakni harus dilaksanakan Audit Bangunan, yang didalamnya jelas akan kelihatan hasil kelayakan teknis, UPL UKL/AMDAL dari kegiatan pengusaha kulit tersebut.

“Harus ada audit bangunan dahulu, baru akan jelas terlihat sejauh mana kelayakan teknis, UPL, UKL nya,” ujarnya, Senin (24/09/2018) pada wartawan.

Dikatakan Agis, dalam proses mendirikan bangunan sudah menjadi kewajiban para pengusaha untuk mengajukan Sertifikat Layak Fungsi (SLF) gedung. Hal tersebut dilakukan audit oleh dinas terkait yg selanjutnya dilihat kelayakan bangunan baik dari sisi fungsi, kelayakan dan jangan sampai mengakibatkan kerusakan lingkungan.

“Sudah menjadi kewajiban bersama menjalankan regulasi UU No 28 tahun 2002 yg harus di sosialisasikam oleh pemerintah daerah dan semua stakeholder dlm menjaga keselamatan pekerja, dan lingkungan masyarakat sekitar,” ucapnya.

Ia juga menuturkan, sangat pentingnya SLF bangunan dan gedung yang diterbitkan pemerintah daerah apalagi adanya laporan pengaduan masyarakat yg mengakibatkan kerusakan lingkungan dan kesehatan.

“Saya dulu auditor bangunan di Jkt, Bekasi jadi pernah mengalami kegiatan auditor gedung pabrik, hotel dll. Regulasinya jelas dan sanksinya jelas pula bagi yang melanggar aturan,” ucap Agis.

Sementara Bupati Garut, Rudy Gunawan, mengatakan, dalam waktu dekat akan segera mengumpulkan seluruh pengusaha penyamakan kulit yang ada di Sukaregang.

“Kita akan kumpulkan semuanya, membahas penanganan limbah kulit,” ujarnya.

Rudy juga dengan tegas, seluruh pengusaha harus segera mengajukan permohonan pembuatan Instalasi Pembuangan Air Limbah (IPAL).

“Saya tegasakan sampai bulan desember, seluruh pengusaha sudah harus mengajukan permohonan pembuatan IPAL, tidak boleh tidak, kalau tidak akan kita tindak tegas,” singkatnya. (Akbar/Ahmad77)

Related Articles

Close