Akomodir Jalur Domisili, Paslon HARMONI Sebut Harus Ada SMP Negeri di Selindung dan Tuatunu

REDAKSIBERITA – Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di tingkat SMP negeri di Kota Pangkalpinang, membuat sejumlah orang tua siswa yang rumahnya jauh dari sekolah khawatir.

Pasalnya, SPMB dengan sistem domisili, menerima siswa yang rumahnya terdekat dari sekolah.

Bacaan Lainnya

Meski ada jalur SPMB lain yakni prestasi, mutasi, dan afirmasi namun kuotanya tidak sebanyak jalur domisili.

Pasangan calon (paslon) HARMONI, Harapan Molen-Zeki Yamani kerap mendengar keluhan para orang tua siswa yang anaknya ingin melanjutkan ke SMP negeri di Pangkalpinang.

“Kondisi ini terus terjadi karena sesuai aturan dari pusat, yakni siswa yang terdekat dari sekolah diterima masuk SMP, sesuai kuota tersedia. Kalau jalur domisili kuotanya sudah penuh, bagaimana? Inikan menjadi perhatian ke depannya,” kata calon Wali Kota Pangkalpinang dari Gerindra, Maulan Aklil atau Molen, Selasa (1/7/2025).

Sebagai Wali Kota Pangkalpinang periode 2018-2023, Molen memahami bahwa daya tampung siswa di 10 SMP negeri terbatas.

Pasalnya, ada 66 sekolah dasar (SD) negeri yang meluluskan siswanya dan sebagian besar ingin masuk ke sekolah negeri.

Sementara, jika menambah ruang kelas atau rombel (rombongan belajar), belum dapat menjawab solusi tersebut.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *