BERITA, REDAKSIBERITA – Imbas terseretnya Thamron alias Aon pengusaha timah di Kabupaten Bangka Tengah dalam pusaran kasus korupsi tata niaga timah tahun 2015-2022, kondisi perekonomian di Provinsi Bangka Belitung semakin terpuruk.
Sebab sebagai daerah pengasil timah yang sudah berlangsung puluhan tahun, rata-rata masyarakat Babel sangat menggantungkan hidup mereka pada sektor timah.
Menurut salah satu warga yang tinggal di Kabupaten Bangka Tengah, yakni Lukman, dirinya mengaku pasca Thamron alias Aon dijadikan tersangka oleh pihak Kejaksaan Agung kondisi ekonomi di daerahnya kian memburuk.
“Perekonomian di Bangka Belitung beberapa bulan ini sangat buruk, bahkan selama Thamron di tahan, kami yang bekerja di bidang pertambangan sangat sulit dan rata-rata masyarakat masih bergantung mata pencarian dari hasil timah,” kata Lukman, Sabtu (21/12/2024).
Lebih lanjut, dalam hal ini Lukman berharap dari pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU) dan Hakim agar lebih mempertimbangankan lagi dengan tuntutan hukuman kepada Thamron alias Aon.
“Kami selaku masyarakat Babel khususnya Bangka Tengah, berharap kepada Jaksa maupun hakim dapat memikirkan lagi tuntutan hukum kepada Thamron dan kalau bisa Thamron dibebaskan dari jeratan hukum agar perekonomian Babel berjalan seperti sebelumnya,” ujarnya.
Hal yang sama juga disampaikan Erfendi, menurutnya, tuntutan terhadap Thamron sampai 14 tahun sangat mengejutkan masyarakat Bangka Belitung.
Dirinya menilai apa yang dituduhkan kepada Thamron yang merugikan negara sampai ratusan triliun tidak lah benar.
“Kami sebagai masyarakat merasa tidak adil jika hakim menuntut Thamron sampai 14 tahun dan kami meminta JPU dan hakim dapat memikirkan kembali tuntutan itu, kalau bisa kami berharap Thamron dikembalikan lagi ke Babel agar perekonomian kembali stabil dan masyarakat kembali sejahtra,” kata Erfendi.





