Peristiwa
Trending

Asep Nurjaman:Pentingnya Introspeksi Diri di Awal Tahun

REDAKSIBERITA. COM – Memaknai tahun baru bagi individu, keluarga, dan negara harus didasarkan pada introspeksi diri. Introspeksi perilaku diri. Sejauh mana kualitas interaksi kepada sesama atau terhadap Allah SWT. “Sudah jauh lebih baik atau masih kurang,” kata Ketua Umum DPP FPPG

Dalam konteks kehidupan berumah tangga, sejauh mana seorang ayah mampu memimpin rumah tangganya, istri sudah taatkah terhadap suami, dan mengelola rumah tangga serta mendidik anak-anaknya. Demikian pula dengan anak, sejauh mana bakti untuk mematuhi perintah kedua orang tua dan membahagiakan mereka.

Dalam aspek sosial dan bernegara pun wajib introspeksi diri. Sejauh mana masyarakat saling tolong-menolong terhadap yang membutuhkan dan pemerintah bertanggung jawab pada rakyatnya.

Sementara itu, hakikat pergantian tahun adalah waktu yang berputar dan berkurangnya waktu hidup di dunia. Berkurangnya usia berarti hilangnya kesempatan sebelumnya untuk meningkatkan amal ibadah. “Waktu tidak bisa berhenti dan tak bisa kembali dan terganti. Masyarakat seharusnya menyadari dengan waktu yang berlalu dengan cepat, maka kematian juga semakin dekat.

Saya menceritakan kisah Imam al-Ghazali yang bertanya kepada murid-muridnya mengenai sesuatu yang paling dekat. Menurutnya, sesuatu yang paling dekat adalah kematian. Sedangkan, sesuatu yang paling jauh adalah waktu yang telah berlalu. Karena, waktu yang berlalu tidak akan pernah kembali.

Oleh karena itu, dengan masih diberikan kesempatan hidup dalam pergantian tahun kali ini, Masyarakat harus bersyukur telah diberikan kesempatan untuk terus memperbanyak ibadah. Orang tua yang masih diberikan hidup saat ini diberikan kesempatan untuk menyayangi anak-anaknya. Guru masih memiliki kesempatan untuk mendidik murid-muridnya. Pun demikian, dengan pemimpin yang telah berbuat lalai, mestinya selama masih ada peluang agar bertobat. “Tiap Muslim harus meminta ampunan pada-Nya.

Dalam ajaran Islam, pergantian waktu itu sejak terbenam matahari, bukan tengah malam pada jam 12 malam. Karena, justru pada tengah malam tidak ada peristiwa yang terjadi. Pergantian tahun mestinya dihiasi dengan syukur dan zikir. “Awal tahun momentum bermuhasabah.

Namun saat ini, banyak Masyarakat yang tidak mengerti makna pergantian tahun. Hal itu karena struktur bangunan masyarakat yang lemah. Paling utama adalah rapuhnya benteng keluarga. ( A. Solihin)

Editor Ahmad77

Related Articles

Close