Bayar Utang Kepada Alam Polda Bangka Belitung Tanam 3000 Pohon Mangrove di Pesisir Pantai Rebo Bangka

Kapolda Bangka Belitung Irjen Pol Viktor T Sihombing ketika menaman bibit pohon mangrove di pesisir Pantai Rebo, Kabupaten Bangka. (Foto: Ist/ Humas Polda//)

BANGKA, REDAKSIBERITA – Sebanyak 3.000 bibit tanaman mangrove dan cemara ditanam diatas lahan seluas 3 hektar yang merupakan lahan eks tambang di kawasan Pantai Rebo Kabupaten Bangka, Rabu (8/7/2026).

Penanaman pohon yang digelar Polda Bangka Belitung ini merupakan aksi reklamasi, dalam upaya ketahanan bumi Serumpun Sebalai, yang digelar serentak dalam rangka HUT ke – 80 Bhayangkara diinisiasi langsung Kapolda Babel Irjen Pol Viktor T. Sihombing.

Bacaan Lainnya

Kapolda Irjen Pol Viktor mengatakan aksi penanaman pohon ini merupakan bentuk komitmen Polri dalam mendukung pelestarian lingkungan, sekaligus menjadi momentum untuk membayar utang terhadap alam akibat pemanfaatan sumber daya alam yang belum diimbangi upaya pemulihan.

“Kegiatan reklamasi dengan penanaman pohon ini merupakan bentuk aksi positif agar alam memberikan reaksi positif kepada kita,” kata Irjen Viktor.

“Selama ini banyak pohon yang ditebang, tetapi tidak semuanya diganti dengan penanaman kembali. Artinya kita masih memiliki utang terhadap lingkungan,” lanjutnya.

Irjen Viktor menyebutkan, penanaman pohon ini semulanya direncanakan dalam rangkaian Hari Bhayangkara ke-80. Namun mengingat padatnya kegiatan, baru dapat terlaksana pada 8 Juli 2026.

Selain itu, dikatakannya bahwa Provinsi Bangka Belitung memiliki potensi sumber daya alam yang sangat besar. Mulai dari sektor kelautan, kehutanan, perkebunan hingga pertambangan mineral yang selama puluhan tahun menjadi sumber penghidupan masyarakat.

“Pemanfaatan sumber daya alam ini juga menimbulkan dampak terhadap lingkungan, apabila tidak diimbangi dengan upaya pelestarian. Dampaknya bukan hanya terhadap estetika atau pemandangan, tetapi juga terhadap ketahanan ekologi, ketahanan pangan, bahkan keberlangsungan hidup masyarakat Bangka Belitung,” paparnya.

Eks Kadivkum Polri ini juga mengingatkan setiap tindakan manusia terhadap alam akan menimbulkan konsekuensi, seperti halnya banjir dan longsor yang merupakan bentuk reaksi alam akibat kerusakan lingkungan yang terjadi selama ini.

“Kalau aksi kita positif, alam akan bereaksi positif. Sebaliknya, kalau aksi kita negatif, alam juga akan memberikan reaksi negatif kepada kita. Banjir dan longsor yang terjadi di berbagai daerah merupakan salah satu bentuk reaksi alam akibat kerusakan lingkungan,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Irjen Viktor berharap penanaman pohon ini menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran semua pihak, agar terus menjaga kelestarian lingkungan dan meninggalkan warisan positif bagi generasi mendatang.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *