Beri Penguatan ke Petugas Lapas Narkotika Pangkalpinang, Kakanwil Ditjenpas Babel Ade Agustina Tegaskan Handphone jadi Pelanggaran Terbesar

Kakanwil Ditjenpas Babel Ade Agustina saat memberikan penguatan kepada petugas pengamanan Lapas Narkotika Pangkalpinang. (Foto: Ist/ Humas Lapas//)

PANGKALPINANG, REDAKSIBERITA – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Bangka Belitung (Babel), Ade Agustina memberikan penguatan kepada jajaran regu pengamanan di Lapas Narkotika Pangkalpinang, dalam rangka peningkatan kewaspadaan dan penguatan fungsi pengamanan, Rabu (13/5/2026) malam.

‎Penguatan tersebut juga dilakukan untuk mengingatkan kembali tugas dan fungsi petugas pemasyarakatan, sekaligus memperkuat komitmen dalam menjalankan pengamanan dan pembinaan warga binaan.

Bacaan Lainnya

‎”Kami melaksanakan kegiatan penguatan terhadap jajaran khusus regu pengamanan, ini untuk memberikan wawasan atau informasi juga terkait apa sebenarnya yang telah kita semua upayakan yang terbaik untuk Lapas Narkotika Pangkalpinang ini, serta pembenahan oleh Kalapas yang baru dan jajaran struktural yang baru,” kata Ade. 

‎Ade menjelaskan, bahwa sejumlah persoalan lama yang kembali mencuat di ruang publik harus menjadi perhatian seluruh petugas pengamanan, agar tidak kembali terulang.

‎Menurutnya penguatan yang diberikan, tidak akan berarti apabila tidak dibarengi dengan pelaksanaan tugas yang disiplin, serta komitmen yang kuat dari petugas.

‎Ditegaskan Ade, bahwa petugas pemasyarakatan harus kembali memahami fungsi utamanya, yakni memberikan pelayanan pemasyarakatan, pembinaan dan pengamanan, bukan justru memberi kelonggaran kepada warga binaan untuk melakukan pelanggaran.

‎”Tentu mereka (warga binaan, red) berupaya untuk selalu mencari celah, bagaimana caranya mereka bisa kembali melakukan aktivitasnya semula seperti peredaran Narkoba, penggunaan Handphone untuk pengendalian atau apapun itu,” tegasnya. 

‎Disisi lain, Ade menilai peredaran Handphone di dalam Lapas saat ini menjadi persoalan paling serius, karena tidak hanya digunakan untuk pengendalian Narkoba, tetapi juga berbagai tindak kejahatan lain seperti penipuan.

‎”Handphone adalah masalah terbesar saat ini, karena tidak hanya untuk pengendalian Narkoba, tetapi juga penipuan dan sebagainya. Jadi, handphone menjadi pelanggaran terbesar,” ungkap dia. 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *