Buka Tutup Jembatan Emas, Anggota DPRD Bangka Belitung: Pertanyakan Kajian Gubernur Hidayat Arsani Ingin Tutup Operasional

Anggota DPRD Bangka Belitung, H Muhtar Motong atau akrab disapa H Tare. (Foto: Dok/ RBc//)

PANGKALPINANG, REDAKSIBERITA -Kebijakan yang dilakukan Gubernur Provinsi Bangka Belitung (Babel), Hidayat Arsani terkait menutup operasional Jembatan Emas, jembatan ikonik dengan sistem bascule atau jungkat-jungkit yang menghubungi kawasan Air Anyir kabupaten Bangka dan kota Pangkalpinang, ditentang keras Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat.

Seperti diungkapkan Anggota DPRD Babel, H Muhtar Motong bahkan mempertanyakan kajian yang dilakukan gubernur hingga ingin menutup operasional Jembatan Emas tersebut.

Bacaan Lainnya

Bukan sebaliknya, menutup operasional Jembatan Emas dengan alasan penghematan atau pun mengganggu lalu lintas pelayaran masuk ke Pelabuhan Pangkal Balam.

“Harus ada kajian komprehensifnya, kajian yang keluar dari penelitian. Karena jembatan ini lahir pasti ada kajiannya,” kata Muhtar Motong dikonfirmasi awak media pada Minggu (5/5/2025).

“Jadi kalau mau ditutup operasionalnya, maka harus ada pula kajiannya. Kaji dan teliti layaknya enggak itu ditutup,” ujar pria yang akrab disapa Haji Tare ini.

Ia sangat meyakini, bahwa lahirnya Jembatan Emas gagasan Gubernur almarhum Eko Maulana Ali mempunyai dasar yang kuat.

Terutama di sektor perekonomian, dari menghidupkan perekonomian baru untuk satu kawasan hingga mempersingkat jarak tempuh masyarakat.

“Jadi bukan sembarangan, atau asal membangun. Ada historisnya,” sebut anggota Komisi I DPRD Babel ini.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *