Hukum

Bupati Garut Rudy Gunawan Hadiri Wisuda Santri Pesantren Terpadu Lapas Garut

Bupati Garut, H. Rudy Gunawan, SH, MH, MP mengadiri Milad Pertama Pesanten Terpadu Taubatul Mudznibiin Lembaga Pemasyarakatan Garut, serta mewisuda 46 orang santri Pesantren bertempat di halaman Lapas Garut, Jalan Hasan Arif, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, Sabtu (21/07/2018).

Bupati Garut dalam sambutannya menyampaikan, bahwa kepala Lembaga Pemasyarakatan adalah jabatan vertikal di Kabupaten Garut dan beliau juga berdedikasi sangat tinggi sehingga Lapas Garut terjaga dengan aman dan terkendali, beliau juga sangat memanusiawikan binaan Lapas Kelas II B Garut, dengan mengagas  pondok pesantren.

Rudy, mengucapkan rasa terimakasih nya atas kehadiran, Aceng Alawi selaku kepala sekolah pondok pesantren, serta Mama Cianjur KH. Muhktar Gozali, beliau adalah pencetus pondok pesantren dilapas di wilayah Jawa Barat dan beliau juga bukan pencetus di Jawa Barat saja, namun beliau juga Mama, Se-Indonesia.

Rudy menambahkan, dengan memberikan motivasi kepada semua Warga Binaan yang ada di Lapas kelas II B Garut, untuk tidak berkecil hati untuk terus bertobat dan memohon ampun waloupun dengan keterbatasnya dilapas ini, karna dimanapun kita berdoa, jangan pernah putus karna Alloh SWT, maha pengampun dan maha penerima tobat.

“Insya Alloh saya akan memberikan dana hibah untuk penyelenggaraan pondok pesantren dengan bentuk sarana dan prasarana di lapas kelas II B Garut ini di tahun anggaran 2019,” kata Rudy.

Bupati Berharap, setelah nanti kita menyelesaikan apa yang menjadi tanggung jawab, maka kita selesaikan dengan sportif, yang di anggap negara belum selesai, maka kita harus mempertanggung jawabkan dengan sebaik baiknya.

“Kelak nanti tiba beresnya masa hukuman, mudah mudahan akan menjadi suri tauladan, dilingkungan masyarakat dan mensyiarkan kembali apa yang di dapat di Lapas dengan mengaplikasikannya di masyarakat nanti,” ungkap Rudy.

Sementara itu, Kepala Kalapas, Mardani Boy, Bc.IP, S.Sos, M.Si, Menambahkan santri warga Binaan Pondok Pesantren Terpadu “TAUBATUL MUDZNIBIIN”, adalah dengan jumlah santri warga binaan lapas 46 orang, dan pondok pesantren terpadu ini ada dibawah binaan MUI dan Kemenag.

Mardani Boy, mengucapkan rasa terimakasihnya atas kehadiran Bupati Garut dan sekaligus wisuda serta milad pertama yang diselengharakan, karena pondok pesantren terpadu ini berdiri baru satu tahun dan dari satu tahun ini baru bisa mewisuda santri dan sekaligus melaksanakan Milad.

“Di Jawa Barat ini baru ada 2 lapas yang berbasis pesantren terpadu, dan berkat Mama dari Cianjur, kami bisa belajar dan mengadopsi adanya pesantren Terpadu dari lapas cianjur sehingga Lapas Kelas II B Garut bisa mendirikan Pesantren Terpadu “TAUBATUL MUDZNIBIIN”,” tuturnya.

Mardani Boy menambahkan, LAPAS GARUT dengan pembinaan dari Aceng alawi yang setiap harinya ada di Lapas bersama warga binaan bisa terwujudnya pesantren terpadu. Allhamdulillah dengan ketulusannya beliau mau membina dan membimbing sehingga menjadikan warga binaan lapas kelas II B Garut, bisa merubah prilaku dengan berahlak lebih baik lagi.

“Mudah-mudahan dengan adanya pondok pesantren terpadu, yang berada diLapas Kelas II B ini bisa mencetak santri santri di lapas tersebut bisa bermanfaat bagi masyarakat ketika berada dilingkungan masyarakat luar,” ujar Kepala Kalapas Kelas II B Garut.

Mardani Boy mengatakan, kami tidak bisa berjalan sendiri melainkan mesti adanya kebersamaan, karna hal tersebut bukan merupakan tanggung jawab Lapas saja, melainkan mesti adanya tanggung jawab bersama dengan Lapisan masyarakat, terutama pembinaan dari MUI serta Kemenag. serta masyarakat pada umumnya di luar yang ikut membatu pembinaan di pesantren terpadu, pungkasnya.

Hadir dalam acara tersebut, Bupati Garut, Kepala Kalapas Garut, Ketua Umum MUI diwakili, Kepala Kemenag diwakili, Komandan Denpal diwakili, Ketua Baznas diwakil, Danramil Banyuresmi diwakili, kepala Puskesmas diwakili, Camat Bayuresmi, Kepala desa sukasenang, serta tim pengajar dari MUI, dan tim penyuluh dari Kemenag, Ketua PDE Muhamaddiyah, Ketua PD Persis, Ketua PD SI, Ketua PD PUI, ketua Tampiziah PCNU, Kepala Dinas Kesehatan, pengurus pesantren TAUBATUL MUDZNIBIIN, Kepala Rutan, serta penjabat setruktural Lapas kelas II B Kabupaten Garut.

Sumber : (Humas Diskominfo), garutkab.go.id

Tags
Show More
Close