Diduga BBM ‘Kencingan’ Dibawa ‘Kapal Drakula’ Diangkut Mini Bus dari Dermaga Jeti Mentok

‎Penampakan unit "Kapal Drakula" yang memuat deretan tedmon (tangki) jumbo di Dermaga Jeti Mentok. (Foto: Ist/ Media JMSI//)

BANGKA BARAT, REDAKSIBERITA – Praktik mafia bahan bakar minyak (BBM) di perairan Bangka Barat kini kian terang-terangan.

‎Penampakan unit “Kapal Drakula” yang memuat deretan tedmon (tangki) jumbo di Dermaga Jeti Mentok menjadi bukti tak terbantahkan adanya dugaan aktivitas penyelundupan solar ilegal yang telah lama “menghisap” kekayaan energi di tengah laut.

Bacaan Lainnya

‎Modus operandi yang dilakukan para pemain ini tergolong rapi namun berani,  kapal-kapal kayu tersebut disulap menjadi bunker berjalan untuk menampung BBM hasil “kencingan” (pemindahan ilegal) dari kapal tanker besar di perairan lepas Mentok.

‎Setelah lambung kapal penuh dengan ribuan liter solar gelap, mereka bersandar di dermaga rakyat untuk mendistribusikan barang haram tersebut ke daratan menggunakan armada minibus yang telah dimodifikasi.

‎”Kapal kayu itu biasanya di pakai mereka (pemain BBM, red) untuk menampung BBM kencingan dari tengah laut perairan Mentok,” ujar sumber redaksi jaringan media ini, Selasa (10/3/2026).

‎Setelah terisi, BBM ilegal tersebut kemudian di bawa ke dermaga Jeti Mentok. Setibanya di dermaga, puluhan ton BBM ilegal tersebut dibawa menggunakan kendaraan mini bus yang telah dimodifikasi sedemikian rupa.

‎”Nanti kalau sudah sampai di dermaga Jeti biasanya ada yang jemput pakai mobil Avp atau sejenis minibus lainnya,” sambung sumber.

‎Aktivitas mencurigakan dua unit kapal kayu yang dijuluki kapal drakula di dermaga Jeti nelayan Mentok mendadak viral dan memicu keresahan publik.

‎Kapal-kapal tersebut diduga kuat menjadi sarana pengangkutan bahan bakar minyak (BBM) ilegal setelah rekaman videonya diunggah oleh aktivis lokal, Alfani, melalui akun Facebook pribadinya Alfani Tuk Sangka, pada Rabu (4/3/2026).

‎Dalam rekaman tersebut, terlihat sejumlah tangki penampung (tedmon) berkapasitas jumbo tersusun rapi di atas geladak kapal.

‎Keberadaan wadah raksasa ini diduga kuat berfungsi sebagai bunker penyimpanan sementara untuk menampung ribuan liter solar ilegal sebelum diselundupkan ke daratan melalui akses dermaga nelayan tersebut.

‎Selain tedmon, tampak pula selang berukuran besar yang melingkar di sekitar wadah penampung tersebut. Selang-selang itu diduga digunakan untuk memindahkan minyak dari kapal tanker ke tedmon, sekaligus sebagai jalur distribusi BBM dari kapal kayu menuju daratan.

‎“Kire kapal nelayan ne, rupe e kapal solar kayak disini ni. Luar biase bahan bakar yang masuk pelabuhan,” tulis Alfani dalam unggahan videonya di media sosial.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *