Emak-Emak Pelaku UMKM di Pangkalpinang Dukung ‘Geram Tabok’, Ekonomi Sulit Pedagang Menjerit

Seorang pelaku UMKM di Pangkalpinang membagikan kue kepada mahasiswa, bentuk dukungan atas ekonomi yang anjlok. (Foto: RBc//)

PANGKALPINANGREDAKSIBERITAAksi kelompok mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Aktivis dan Mahasiswa Tangkap Bambang Hero dan Komplotan atau Geram Tabok di titik nol Pulau Bangka, Selasa (14/1/2025) ternyata didukung sejumlah pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang ada di Pangkalpinang.

Menariknya ketika aksi damai tersebut, ibu-ibu yang menamakan Solidaritas UMKM Pangkalpinang ini secara tiba-tiba membagikan makanan dan minuman kepada mahasiswa yang sedang berorasi.

Bacaan Lainnya

Salah seorang ibu bernama Suryareta mengambil mic dari tanggan mahasiswa mengatakan bahwa ini adalah aksi simpatik emak-emak pedagang UMKM kepada pendemo.

“Ini adalah bentuk dukungan para emak-emak yang saat ini sedang menjerit karena kesulitan ekonomi, sehingga dagangan menjadi sepi. Menurut kami ini karena isu Rp271 T yang di gembor-gemborkan oleh professor itu,” ujarnya.

“Masyarakat lah nganggur gale gara-gara ni, sawit murah, timah susah, ade pabrik sawit di stop, barang-barang naek gale, kami bejual dak laku gale gara-gara sikok profesor ni, tolong la pemerintah urus juga ekonomi la melorot, ape perlu kami turun ke jalan (masyarakat sudah tidak bekerja

Aksi ini merupakan bentuk protes terhadap perhitungan kerugian lingkungan dalam kasus tentang Tindak pidana korupsi (Tipikor) tata kelola komoditas timah di Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Timah yang ditangani Kejaksaan Agung (Kejagung) yang secara subjektif tidak kompeten, selain itu secara substansi dinilai serampangan terhadap hal tersebut bertalian dengan penegakan hukum yang ugal-ugalan.

Sehingga penghitungan tersebut berdampak pada perekonomian Babel yang anjlok, angka Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang tinggi, dan daya beli masyarakat menurun.

“Bapak Bambang Hero, Bapak Basuki Wasis dan tim yang melakukan penghitungan yang tidak sesuai dengan Permen LH No 7 Tahun 2014, wajib dan turut bertanggung jawab atas kejadian ini,” kata Koordinator Aksi, Yuda Kurniawan, Selasa (14/1/2025).

Menurut mereka, akibat penghitungan tersebut memiliki multi efek terhadap mahasiswa yang kesulitan membayar UKT, daya beli masyarakat menurun dan lainnya.

Oleh sebab itu, Geram Tapok menyampaikan sejumlah tuntutan diantaranya:

1. Menuntut Prof Bambang Haro dan Komplotan nya untuk turut bertanggungjawab atas dampak ekonomi Bangka Belitung dengan klarifikasi dan meminta maaf secara terbuka untuk masyarakat Rabel

2. Mendorong penegakan hukum yang professional dan proporsional dengan memperhatikan kepentingan masyarakat yang terdampak

3. Mendesak pemerintah untuk segera memberikan solusi atas keadaan ekonomi saat ini.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *