PANGKALPINANG, REDAKSIBERITA – Rombongan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Forum Persaudaraan Islam Bangka Belitung (FPI Babel) melakukan audensi dengan Ketua DPRD Babel Didit Srigusjaya, kedatangan mereka terkait dengan proyek strategis nasional (PSN) Pantai Indah Kapuk (PIK) 2.
Dalam kesempatan ini, Ketua Mahkamah DPD FPI Bangka Belitung , Sandy Wijaya menyampaikan 3 point tuntutan utama dan keluh kesah masyarakat yang saat ini hangat diperbincangkan.
Pertama meminta agar status PSN PIK 2 dibatalkan dan dicabut, kedua meminta keadilan agar pihak-pihak yang terlibat dalam kisruh PSN tersebut diproses secara hukum.
“Ketiga, kami berharap agar pemerintah, khususnya Presiden Prabowo Subianto, mengevaluasi kembali status PSN yang telah ditetapkan oleh pemerintah sebelumnya,” kata Sandi Wijaya, Selasa (18/2/2025).
“Kami juga berharap DPRD Provinsi dapat menyuarakan aspirasi kami ke DPR RI di Senayan,” ujarnya.
Sandi juga dikesempatan ini meminta DPR RI dapat menindaklanjuti permohonan tersebut untuk memanggil pihak eksekutif, dan mendorong presiden untuk menerbitkan Perpres yang mencabut status PSN PIK 2.






