PANGKALPINANG, REDAKSIBERITA – Di tengah derasnya terpaan isu liar di media sosial, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Hidayat Arsani justru menunjukkan kelas kepemimpinan yang sesungguhnya. Bukan dengan klarifikasi panjang, melainkan dengan prestasi nyata.
Di bawah kepemimpinannya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Babel berhasil meraih Piagam Penghargaan Anti Korupsi dari Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK RI), sebuah pengakuan nasional atas komitmen kuat dalam membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan dan akuntabel.
Penghargaan ini bukan sekadar simbol, melainkan validasi independen bahwa sistem pemerintahan di Babel berjalan di jalur yang benar bebas dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).
Capaian ini menjadi semakin bermakna karena diraih di tengah maraknya berbagai isu tidak benar (hoaks) yang beredar di media sosial dan mencoba menyerang citra kepemimpinan. Namun, alih-alih terpengaruh, Hidayat Arsani memilih untuk tetap fokus bekerja.
“Penghargaan ini adalah bukti nyata bahwa kami bekerja untuk rakyat, bukan untuk kepentingan pribadi. Biarkan isu liar berhembus, karena kerja nyata dan integritas yang akan menjawab segalanya,” tegas Hidayat.






