PANGKALPINANG, REDAKSIBERITA – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pangkalpinang, Hidayat, mantapkan harapannya agar setiap Warga Binaan yang menjalani masa hukuman di Lapas Pangkalpinang dapat bebas sebagai individu yang lebih baik, sesuai dengan program “Masuk Napi, Keluar Santri”. Program ini mencerminkan komitmen Lapas Pangkalpinang untuk tidak hanya sekadar menghukum, tetapi juga membimbing Warga Binaan melalui pembinaan spiritual dan moral yang mendalam.
Dalam pertemuan bersama Warga Binaan, Hidayat menjelaskan Lapas Pangkalpinang telah mempersiapkan berbagai program pembinaan keagamaan yang bertujuan untuk memperbaiki akhlak dan mental para warga binaan.
“Kami berharap, saat Warga Binaan masuk sebagai Napi dan Warga Binaan bebas sebagai individu yang lebih beriman, lebih baik, dan siap kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang produktif,” ujar Hidayat. Sabtu (7/9).
Dalam waktu dekat, Program “Masuk Napi, Keluar Santri” akan melibatkan kegiatan keagamaan rutin seperti program pesantren, pengajian, pelatihan membaca Al-Qur’an, shalat berjamaah, serta kajian moral dan akhlak. Melalui pendekatan ini, Lapas Pangkalpinang berusaha memberikan bekal spiritual yang kuat kepada Warga Binaan agar mereka tidak hanya mendapatkan pelajaran hidup dari sisi hukum, tetapi juga dari sisi keagamaan.
“Warga Binaan memiliki potensi untuk memperbaiki diri, dan di sini, kami memberikan bimbingan yang intensif untuk membantu menemukan jalan yang lebih baik,” tambah Hidayat.





