PANGKALPINANG, REDAKSIBERITA – Salah satu perwakilan Komandan Tim (Dantim) Satgas Kapten Jayadi angkat bicara, terkait isu dugaan keterlibatan oknum satgas dalam pengawalan Sisa Hasil Pengolahan (SHP) timah 18 ton Tailing ke gudang meja goyang milik Bujang di kawasan Lintas Timur, Selindung kota Pangkalpinang baru baru ini.
18 ton tailing tersebut diduga kuat hasil jarahan dari salah satu smelter sitaan negara Kejaksaan Agung (Kejagung) dalam perkara korupsi tata niaga timah.
Sebelumnya, aksi penjarahan Tailing dan Zircon tersebut juga masif terjadi di Smelter PT SJI di kawasan TPI Ketapang, Kecamatan Bukit Intan Pangkalpinang.
Bahkan, jajaran Polsek Bukit Intan sempat dikabarkan sempat menggerebek dan memasang police line di gerbang PT SJI. Sejauh ini belum ada keterangan resmi dari Polsek Bukit Intan terkait penggerebekan dan pemasangan police line tersebut.
Saat dikonfirmasi jaringan media ini, Jumat (12/6/2026), Kapten Jayadi meminta masyarakat tak segan-segan menindak manakala menemukan adanya praktek nakal dari oknum Satgas. Termasuk yang mengaku-ngaku sebagai Satgas timah.
“Maaf dari satgas nya siapa pengawalan tailing tersebut. kalau ada yang mengaku satgas mengawal tangkap,” kata Jayadi saat dikonfirmasi jejaring media ini.
Jayadi juga meminta, masyarakat dan awak media untuk mendalami dugaan keterlibatan oknum satgas di lingkaran praktik penjarahan SHP dan timah lainnya.
“Kalau ada berita ini dari masyarakat kenapa dak di dalami dan kenape tidak di tindak lanjuti, kabari kami biar kami yang tindak lanjuti,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, Bangka Belitung kembali digoyang isu miring seputar penjarahan mineral. Kali ini, sorotan tajam mengarah pada aktivitas perdagangan ilegal tailing, material sisa pengolahan bijih timah yang sejatinya kaya mineral bernilai ekonomi tinggi, namun kerap menguap lewat jalur belakang.
Sebuah gerakan senyap terendus pada suatu malam, saat truk-truk yang diduga mengangkut sekitar 18 ton tailing melenggang mulus.
Ironisnya, muatan jumbo tersebut disinyalir mendapat karpet merah berupa pengawalan dari oknum Satuan Tugas (Satgas). Tujuan akhirnya seragam, kawasan Lintas Timur, Kelurahan Selindung, Kota Pangkalpinang.
“Semalam ada yang keluar sekitar 18 ton tailing. Katanya dikawal Satgas dan dijual ke kawasan Lintas Timur, tempat Bujang,” bisik seorang sumber tepercaya kepada tim media.
Informasi ini seketika memicu penelusuran ke titik yang disebut-sebut sebagai pelabuhan akhir material sisa tambang tersebut.
Di lokasi milik pria yang akrab disapa Bujang, tumpukan tailing dalam volume raksasa langsung menyergap pandangan. Namun, bukan hanya gunungan material kelabu itu yang menarik perhatian.






