Budaya
Trending

Kampung Adat Dukuh ” Kampung Seribu Cerita “

REDAKSIBERITA.COM – Kampung Adat Dukuh yang eksotik dan menyimpan seribu cerita terletak di kampung Ciroyom Desa Ciroyom Kecamatan Cikelet Kabupaten Garut adalah sebuah tempat yang banyak menyimpan sejarah, baik yang tersurat maupun yang tersirat.

Rumah adat Kampung Dukuh

Kampung Dukuh yang berdiri sejak tahun 1600 an berada di ketinggian bukit dan ada peninggalan sejarah yang dikeramatkan yakni makam Syeh Abdul Jalil yang sangat dihormati bahkan banyak orang berziarah ke makam tersebut dan memanjatkan do’a diatas pusaranya.

Pada umumnya bentuk rumah di Kampung Adat Dukuh yang hampir sama berupa rumah panggung terbuat dari anyaman bambu dengan penutup atas dari ijuk. Tetua adat Kampung atau yang lebih dikenal dengan kuncen yang bernama Mama Uluk tinggal di rumah yabg lebih besar dari rumah warga lainnya.

Menurut Tokoh adat Kampung Dukuh Yayan Hermawan yang didatangi di rumahnya menuturkan bahwa di Kampung tersebut ada tradisi yang diadakan setiap tanggal 14 Bulan Mulud atau yang sering disebut opat welasan. Sabtu (24/11).

“Opat welasan ini adalah momen bagibwarga Kampung Dukuh untuk menghormati bukan mulud dimana pada bulan tersebut ada kelahiran Nabi Muhammad SAW. Serta menghormati para pendahulu yang memperjuangkan islam di jaman dahulu.” paparnya.

Yayan menambahkan bahwa pada upacara ritual opat welasan biasanya dilakukan pencucian barang-barang pusaka yang dipunyai oleh warga Kampung Dukuh.

Namun sayang untuk mencapai Kampung Dukuh harus melalui medan yang sangat berat dimana sarana dan prasarana jalan sepanjang dilalui hampir 90% rusak berat. Yayan berharap agar Pemerintah Kabupaten lebih memperhatikan sarana jalan tersebut.

“Kami berharap agar perhatian Pemkab Garut untuk peningkatan eksistensi Kampung Dukuh lebih diperhatikan lagi terkait akses bagi wisatawan yang berkunjung, karena sepanjang 9 KM akses jalan menuju kemari sangat tidak layak digunakan.” harapnya.

Wisatawan yang berkunjung ke Kampung Dukuh banyak yang datang dari luar Kabupaten Garut bahkan ada yang dari luar provinsi Jawa Barat dan rata-rata kunjungan mereka lebih dari satu hari dimana sasaran peningkatan PAD akan sangat menguntungkan Pemkab jika dikelola dengan benar.

( A.Solihin ) 

Editor: Ahmad77

Related Articles

Close