Kasus Terhadap Anak Meningkat, Komisi IV DPRD Babel Gelar RDP Bersama Stakeholder

Rapat Dengar Pendapat yang digelar Komisi IV DPRD Babel bersama instansi terkait menindaklanjuti meningkatkannya kasus terhadap anak. (Foto: Ist/ RedaksiBerita//)

PANGKALPINANG, REDAKSIBERITA – Maraknya kasus kekerasan, pelecehan seksual, hingga eksploitasi terhadap anak di bawah umur akhir-akhir ini menjadi perhatian serius Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bangka Belitung (Babel).

Hal itu ditanggapi DPRD Babel dengan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dan koordinasi bersama perwakilan Polda Babel, Polres Bangka Tengah, Dinas Perlindungan Anak Bangka Tengah, hingga anggota Komisi I DPRD Bangka Tengah.

Bacaan Lainnya

Rapat yang dipimpin Ketua Komisi IV,  Heryawandi menegaskan bahwa, pertemuan ini digelar lantaran data kasus yang terus mengalami peningkatan secara signifikan dari tahun ke tahun.

“Setiap tahun ternyata angka kasus ini meningkat. Di tahun 2024 masih di angka 300 – an kasus, lalu di tahun 2025 mencapai lebih dari 300 kasus. Dan di tahun 2026 ini, baru memasuki triwulan pertama saja, angkanya sudah mencapai 30 persen lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya,” ungkap Heryawandi, pada Rabu (22/4/2026).

Menurutnya tren peningkatan ini sangat memprihatinkan, baik dari segi kuantitas maupun kualitas kasus yang terjadi.

Oleh karena itu, diperlukan koordinasi yang intensif dan berkelanjutan antar instansi untuk mencari solusi penanganan yang tepat, termasuk merumuskan kebijakan daerah yang relevan hingga mengaitkan nilai-nilai kearifan lokal dalam proses pendidikan.

“Kita ingin menguatkan peran masing-masing pihak. Ini bukan rapat pertama dan bukan yang terakhir, nanti akan kita lakukan secara maraton,” katanya.

Dalam sesi tanya jawab dengan awak media, Heryawandi juga merespons sejumlah isu yang mengemuka, termasuk terkait ketersediaan fasilitas ‘Rumah Aman’.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *