Kebijakan Efisiensi Anggaran Dorong Pemerintah Daerah Kelola Keuangan Daerah Lebih Selektif

Anggota Komisi II DPRD Provinsi Babel dari Fraksi Partai Golkar, Rina Tarol. (Foto: Ist/ Media JMSI//)

PANGKALPINANG, REDAKSIBERITA – Kondisi keuangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) tengah berada dalam tekanan akibat terjadinya defisit anggaran, yang berlangsung di tengah kebijakan efisiensi yang diterapkan di berbagai sektor.

Situasi ini mendorong pemerintah daerah untuk menjalankan pengelolaan keuangan dengan lebih selektif dan penuh kehati-hatian.

Bacaan Lainnya

Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani menyampaikan hal tersebut dalam rapat paripurna yang digelar di Gedung DPRD Provinsi Babel pada Jumat pagi (27/3/2026).

Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan kepada seluruh jajaran pemerintah daerah untuk lebih cermat dalam setiap penggunaan anggaran, sekaligus mengingatkan bahwa setiap pengeluaran harus selalu mempertimbangkan kondisi fiskal daerah yang sedang tidak stabil.

“Langkah efisiensi menjadi hal yang tidak terhindarkan guna menjaga keseimbangan keuangan daerah. Namun demikian, pemerintah tetap dituntut untuk mampu menjalankan seluruh program prioritas yang dirancang untuk memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat,” kata Hidayat Arsani.

Di sisi legislatif, Anggota Komisi II DPRD Provinsi Babel dari Fraksi Partai Golkar, Rina Tarol menyampaikan bahwa kondisi defisit anggaran dan kebijakan efisiensi yang tengah dialami bukan hanya menjadi permasalahan khusus bagi Provinsi Bangka Belitung, melainkan merupakan fenomena yang terjadi secara global.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *