Kemunculan Dua Kapal “Drakula” Bermuatan Tedmon Jumbo di Jeti Nelayan Mentok Disorot Aktivis

Dua unit kapal kayu memuat Tedmon jumbo ketika sandar di Jeti nelayan Mentok, Bangka Barat. (Foto: Ist/ Media JMSI//)

BANGKA BARAT, REDAKSIBERITA – Aktivitas mencurigakan dua unit kapal kayu yang dijuluki kapal ‘Drakula’ di dermaga Jeti nelayan Mentok mendadak viral dan memicu keresahan publik.

Kapal-kapal tersebut diduga kuat menjadi sarana pengangkutan bahan bakar minyak (BBM) ilegal, setelah rekaman videonya diunggah oleh aktivis lokal, Alfani, melalui akun Facebook pribadinya Alfani Tuk Sangka, pada Rabu (04/03/2026).

Bacaan Lainnya

Dalam rekaman tersebut, terlihat sejumlah tangki penampung (tedmon) berkapasitas jumbo tersusun rapi di atas geladak kapal.

Keberadaan wadah raksasa ini diduga kuat berfungsi sebagai bunker penyimpanan sementara untuk menampung ribuan liter solar ilegal, sebelum diselundupkan ke daratan melalui akses dermaga nelayan tersebut.

Selain tedmon, tampak pula selang berukuran besar yang melingkar di sekitar wadah penampung tersebut. Selang-selang itu diduga digunakan untuk memindahkan minyak dari kapal tanker ke tedmon, sekaligus sebagai jalur distribusi BBM dari kapal kayu menuju daratan.

“Kire kapal nelayan ne rupe e kapal solar kayak disini ni. Luar biase bahan bakar yang masuk pelabuhan,” tulis Alfani dalam unggahan videonya di media sosial.

Ia juga menyinggung dugaan praktik distribusi solar yang berlangsung cukup lama di kawasan tersebut.

“Kira-kira siapa yang dirugikan dengan kapal drakula penghisap dan penyembur BBM solar. Dak kaleng-kaleng lah tahunan, kata aktivitas nelayan di jembatan jeti. Artie solar bebas gas, dak bebas patut dapat bintang,” tulisnya lagi dalam unggahan tersebut.

Saat dikonfirmasi tim redaksi, Sabtu (7/3/2026) sekitar pukul 13.36 WIB, Alfani yang juga Ketua LSM Gempar mengaku menemukan keberadaan kapal tersebut secara tidak sengaja saat berolahraga pagi di sekitar kawasan jeti nelayan Mentok.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *