PANGKALPINANG, REDAKSIBERITA – Kabar gembira bagi para aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Bangka Belitung (Babel).
Setelah pembahasan anggaran bersama Tim Anggaran Pendapatan Daerah (TAPD) di Ruang Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), disepakati bahwa tunjangan penghasilan pegawai (TPP) ASN tidak ada pemotongan, hanya saja terkendala dengan penundaan pembayaran.
Diungkapkan Ketua DPRD Bangka Belitung, Didit Srigusjaya kendati demikian, ada syarat terkait tidak adanya pemotongan TPP ASN, yaitu semangat dan peningkatan kerja para ASN, terutama di Dinas Bakuda Pemprov Bangka Belitung, dalam mengejar target.
“TPP tidak ada pemotongan, tapi penundaan bayar, tetapi dengan catatan jika target kita terpenuhi,” ungkap Didit, Senin (5/5/2025).
“Kalau tidak sampai terpenuhi, maka Pak Sekda akan mengusulkan lagi, maka bekerja keras lah teman-teman ASN yang ada di Bakuda, agar TPP tidak terpotong,” ujarnya.
Pada Rapat Badan Anggaran bersama pihak Eksekutif terkait Efisiensi Anggaran, Ketua DPRD Babel Didit Srigusjaya mengatakan, Bangka Belitung mendapatkan tambahan royalti 18 persen dari total Rp 590 milyar yang masuk ke Negara.
Hal ini tentu saja akan membawa angin segar bagi pembangunan di Provinsi Bangka Belitung.






