Pemerintahan

Ketua LSM Penjara: Pemberitaan Harus Sesuai Dengan Fakta, Jangan Membuat Berita HOAX

REDAKSIBERITA.COM – Beredar Berita miring bahwa kepala TU Puskesmas singajaya yang diduga terlibat bersekongkol dengan bendahara menggelapkan uang ketua LSM Pemantau Kinerja Aparatur Negara (Penjara) kab garut. (07/10/2018).

Kusep Kuswendi Ketua LSM Penjara, mendatangi puskesmas tersebut dan bertemu langsung kepala Puskesmas singajaya H. Acu Suhendar, SKM, MM.

Ketika di wawancara oleh Redaksiberita.com Kusep Kuswendi membenarkan bahwa dirinya dengan beberapa Anggota menemui H. Acu Suhendar dan H Acu menyambut baik kedatangan LSM penjara tersebut dengan baik untuk mengklarifikasi kebenaran pemberitaan yang sempat beredar beberapa pekan kebelakang oleh salah satu media online.

Saya bersama Anggota LSM Penjara sengaja mendatangi kepala puskesmas yang pertama untuk silaturahmi dan meyakinkan kebenaran serta klarifikasi apakah benar pemberitaan tersebut atau hanya HOAX tanpa dasar kata Kusep

Tokoh masyarakat singajaya Ridwan Alias Ewong ikut menghadiri acara klarifikasi tersebut.

“Pada awal tersebar kabar miring tersebut oleh salah satu media online , saya sempat ragu akan kebenaran nya dan sekarang memang terbukti bahwa berita itu hanya adalah bohong ( HOAX) dan menjurus kefitnah terutama kepada Kepala TU yang di catut namanya di pemberitaan tersebut ujar Ewong.

Ewong menyayangkan kenapa pihak media online tidak menanyakan dulu ke orang yang bersangkutan hanya sepihak dan terkesan menjatuhkan nama baik Kepala Tu, kata Ewong.

Kusep Kuswendi juga telah mendatangi pihak media online yang telah menyebarkan berita HOAX tersebut untuk menanyakan kebenaran dan fakta serta pertanggungjawaban dari pihak media namun pemred media hanya menjawab “tidak tahu itu yang muat wartawan kami dari sumber orang puskesmas tersebut dan minta namanya dirahasiakan” kata Kusep meniru ucapan pemred salah satu media online

Pihak media online berjanji akan meminta maaf kepada pihak Kepala TU atas pemberitaan sepihak namun sampai sekarang belum dimuat permintaan maaf dari pihak media online tersebut ujar Kusep.

“mari kita jadikan pelajaran buat kita semua bahwa dalam pemberitaan hendak lah bijak jangan sampai mendzholimi orang atau memutar balik fakta Orang baik ko di tuduh yang Enga-engga sebelum ada bukti jangan membuat pemberitaan yang tidak sesuai dengan fakta ”dengan nada kesal Kusep mengakhiri wawancara nya. (ahmad77)

MC 062

Related Articles

Close