PANGKALPINANG, REDAKSIBERITA – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) sekaligus Ketua Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Pemberdayaan dan Perlindungan Perempuan, Maryam menyambut baik dan mengucapkan terima kasih atas kehadiran perwakilan Komisi Nasional (Komnas) Perempuan dalam rapat koordinasi penyusunan standar pelayanan minimal Peraturan Daerah (Perda) yang digelar Senin (11/5/2026) di Ruang Banmus DPRD Babel.
Menurut Maryam, kehadiran langsung Komnas Perempuan merupakan bukti nyata perhatian, empati, dan simpati lembaga tingkat nasional terhadap upaya daerah melahirkan aturan perlindungan perempuan dan anak. Hal ini menjadi semangat tersendiri bagi seluruh elemen dewan dan pemerintah daerah untuk bekerja lebih giat lagi.
“Kami dari Komisi IV yang membidangi pemberdayaan dan perlindungan perempuan, juga anggota Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda), serta saya selaku Ketua Pansus, mengucapkan terima kasih atas kehadiran rombongan dari Komnas Perempuan,” kata Maryam usai rapat.
“Kehadiran ini artinya mereka menaruh perhatian besar terhadap upaya kita melahirkan Perda Inisiatif. Ketika lembaga di atas kita sudah memberi perhatian, tentunya ini hal positif agar kita lebih produktif dan bersemangat memperjuangkan apa yang seharusnya diperjuangkan,” ujarnya.
Mengenai kendala yang sering dihadapi di lapangan, diungkapkannya para pembicara yang hadir memaparkan bahwa tantangan terbesar justru bukan dari masyarakat atau pelaksana teknis, melainkan dari sisi regulasi yang dibuat di tingkat pusat.
Hal ini seringkali terjadi yang mana aturan baru terbit saat penyusunan di daerah sudah hampir selesai, sehingga harus dilakukan penyesuaian ulang.
“Kalau kendala di lapangan sih sebenarnya tidak begitu berasa. Yang paling jadi halangan itu regulasi di pusat dengan di daerah. Untuk pengimplementasian di daerah ini terkadang berubah-ubah. Contohnya, hari ini keluar Permendagri atau Keputusan Menteri PPA tahun 2026, padahal kita sudah selesai membahas. Ini yang bikin terhambat,” ungkap Maryam.






