Kompos Produksi Warga Binaan Lapas Pangkalpinang Terus Tunjukkan Kualitas

Kualitas kompos produksi warga binaan Lapas Pangkalpinang terbukti menyuburkan tanaman semangka seluas 160 meter persegi. (Foto: Ist/ Humas Lapas//)

PANGKALPINANG, REDAKSIBERITA – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pangkalpinang kembali membuktikan kualitas kompos produksi sendiri, setelah sebelumnya berhasil diaplikasikan pada budidaya melon madu.

Kini, kompos tersebut juga mampu mendukung pertumbuhan semangka secara optimal di lahan marginal, antara blok hunian seluas 160 meter persegi dan diprediksi akan panen sekitar 30 hari mendatang.

Bacaan Lainnya

Kepala Lapas Pangkalpinang, Sugeng Indrawan mengungkapkan bahwa kompos organik tersebut berbahan dasar Fly Ash, limbah non-B3 hasil pembakaran batu bara yang diperoleh melalui kerja sama dengan PLTU 3 Bangka.

“Sebelumnya kami uji coba kompos ini pada budidaya melon madu dan berhasil memanen 30 kilogram di lahan seluas 12 meter persegi. Capaian tersebut terus kami kembangkan pada berbagai jenis tanaman produktif, salah satunya semangka yang saat ini tumbuh subur,” ungkap Sugeng, Selasa (12/5/2026).

Tidak hanya itu, Sugeng menyebut kegiatan tersebut bukan sekadar program pertanian, tetapi juga bagian dari pembinaan kemandirian warga binaan sekaligus tindak lanjut instruksi Direktur Jenderal Pemasyarakatan dalam mengimplementasikan 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya pada poin kedelapan mengenai kemandirian pangan melalui program pertanian, perikanan, dan peternakan di Lapas dan Rutan dengan memanfaatkan lahan-lahan tidur.

“Kami berupaya mengubah lahan tidak produktif menjadi area yang bermanfaat. Keberhasilan melon dan semangka ini menunjukkan kompos Lapas Pangkalpinang memiliki kualitas baik untuk mendukung program ketahanan pangan,” tambahnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *