Budaya

KSR ” Karinding Sunda Rahayu” Melestarikan Seni Budaya Sunda Di Antara Moderenisasi Jaman

REDAKSIBERITA.COM, Garut – Pada mulanya karinding adalah merupakan sebuah alat yang digunakan untuk mengusir hama tanaman karena karakter bunyi yang dikeluarkan terdengar mendengung dengan nada low decibel. Dan Karinding diperkirakan telah ada sejak beberapa abad yang lalu.

Beberapa pengamat sejarah Sunda berpendapat bahwa alat musik ini berasal dari kebudayaan pada zaman kerajaan Pajajaran. Selain digunakan untuk mengusir hama, alat musik ini pun dipakai sebagai musik pengiring pada beberapa ritual adat masyarakat. Karinding terbagi menjadi tiga bagian yaitu pada ruas pertama di ujung sebelah kanan yang menjadi tempat untuk mengetuk karinding sehingga menimbulkan resonansi pada ruas tengah. Kemudian, di ruas tengah terdapat bagian guratan bambu yang dipotong tipis sehingga bergetar saat karinding diketuk dengan jari. Bagian ujung paling kiri berfungsi sebagai pegangan.

Cara memainkan karinding cukup sederhana, yaitu dengan menempelkan ruas tengah karinding di depan mulut yang agak terbuka, kemudian pada ujung ruas paling kanan karinding diketuk dengan satu jari hingga karinding pun bergetar secara beraturan yang kemudian diresonansi oleh mulut si pemain. Suara yang dikeluarkan akan tergantung dari rongga mulut, nafas, dan lidah.

Tanggal 29 juli 2015 terlahir sebuah perkumpulan dari 9 orang yang berawal dari ketertarikan melestarikan budaya leluhur tercetuslah nama sebuah perkumpulan itu dengan sebutan KARINDING SUNDA RAHAYU.

Karinding Sunda Rahayu terlahir sebagai penerus budaya sunda, memegang teguh adat budaya sunda yang mungkin kedepannya akan berkolaborasi dengan alat alat musik lainnya.

Dihimpun dari beberapa sumber bahwa KSR ( Karinding Sunda Rahayu) sering mementaskan alat musik tersebut, tidak lama ini pula KSR ( Karinding Sunda Rahayu) di pakai sebagai pengiring di acara Kontes Ayam Pelung Tingkat Nasional yang diadakan di Makorem 062/Tarumanegara, dengan memperebutkan piala Danrem 062/Tn.

Ketekunan dan keuletan dalam memainkan alat tersebut yang menjadi ciri khas Karinding yang di iringi oleh beberapa alat lainnya seperti Celempung dan Celempung renteng serta Gongti semua alat tersebut di buat dari bahan bambu.

Semoga kedepannya muncul bibit-bibit KSR yang meneruskan cikal bakal penerus sebagai pelestari seni budaya sunda khusus nya alat musik yang terbuat dari bambu.

 

Penulis: Ahmad77

Related Articles

Close