Pendidikan

Lambang Bandoeng Pernah Salah Kaprah….!!!

REDAKSIBERITA.COM – Mungkin sebagian besar dari warga Kota Bandung ada yang belum pernah melihat bahkan tidak mengenal sama sekali gambar dari sebuah lambang kerajaan di bawah ini sebelumnya, sehingga akan terlihat sangat asing untuk pertama kali melihatnya.

Dua ekor singa memegang tameng yang bermahkota merupakan sebuah lambang kerajaan yang biasanya dipakai oleh kerajaan-kerajaan di Eropa, tapi jangan salah dulu lambang tersebut merupakan lambang kota Bandung pada masa pemerintahan kolonial Belanda.

Lambang itu memang diberikan oleh kerajaan Belanda untuk Bandung pada masa itu atau dalam bahasa Belanda disebut Gemeente Bandoeng.

Sejak dayeuh Bandung ditetapkan menjadi Gementee oleh Jenderal J.V. Van Heutz melalui ordonasi 21 Februari 1906. Legenda Sanghiang Tikoro dan Sangkuriang menjadi tema khas dari Lambang Gementee Bandung.

Bahkan sejak itu pula tak pernah ada sebuah lambang apapun tanpa persetujuan dari Gubernur Jenderal Hindia Belanda. Termasuk sehelai pita yang menghiasi perisai Bandung kala itu dan bertuliskan motto dengan bahasa latin “Ex Undis Sol”.

Motto ini merupakan terjemahan dari bahasa Belanda Uit de Golven de Zon yang berarti “Matahari Muncul di atas Gelombang”.

Motto Gementee Bandoeng itu maksud awalnya ingin menyesuaikan dengan sejarah danau Bandung. Ya, semacam motto yang mungkin terdengar seperti ini, “Lahan Kokoh Muncul dari Gelombang”.

Dengan kata lain (Terjemahan bebas), Bandung teh ada di bawah gelombang cai, jadi kakeueum sa endeng-endeng #Banjir ? 😥

Padahal seharusnya : Lahan kokoh atau lahan padat yang dalam bahasa latin disebut “Solum” atau dalam bahasa Inggris “Solid Soil”, sedangkan kata latin dari muncul adalah “Ex” dan gelombang dalam bahasa latin adalah “Undis”. Jadi motto yang benar adalah

“Ex Undis Solum” bukan “Ex Undis Sol”

Bayangkan, sampai tahun 1952, kota Bandung ternyata memiliki dan menggunakan semboyan yang mempunyai arti yang salah.

Hihii… Bandung Banjir teh geuning “Jiga” didoakeun ti baheula mula… 😄

 

Sumber: Page Bandoeng social community

Related Articles

Close