Melalui Aplikasi Zoom Sekda Kota Pangkalpinang Ikuti Paparan Terkait SPPG dari BGN

Sekda Kota Pangkalpinang, Mie Go didampingi sejumlah staf ketika mengikuti zoom terkait SPPG BGN. (Foto: Ist/ RBc//)

PANGKALPINANG, REDAKSIBERITA – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pangkalpinang, Mie Go didampingi sejumlah staf menghadiri Sosialisasi Pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Badan Gizi Nasional (BGN) Menggunakan Skema Pinjam Pakai Lahan oleh APEKSI.

Dikesempatan ini, Sekda dan staf mendengarkan paparan yang disampaikan Direktur Utama Wilayah I, Wahyu Widi Setianto yang mengatakan terkait pengadaan lahan SPPG, merujuk pada dapur atau tempat yang menyiapkan dan membagikan makanan bergizi gratis sebagai bagian dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Bacaan Lainnya

“SPPG bertugas menyiapkan makanan yang bergizi seimbang dan aman untuk dikonsumsi, serta memastikan distribusi makanan tersebut ke lokasi yang telah ditentukan,” kata Wahyu melalui aplikasi zoom di ruang SRC Kota Pangkalpinang, Senin (5/5/2025).

Lanjutnya terkait anggaran BGN Tahun Anggaran 2025 sesuai dengan daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) yang diterima BGN sebesar Rp 71 triliun, akan diimplementasikan pada dua program utama, yakni pertama penyaluran MBG melalui tiga skema diantaranya membangun dapur pusat, dapur di sekolah/ pesantren dengan jumlah siswa minimal 2.000 orang, dan melayani di daerah terpencil.

Kemudian program kedua adalah, Ubah Mekanisme Pendanaan Program MBG, dimana BGN telah menghentikan sistem reimburse dalam pendanaan program MBG dan menggantinya dengan skema uang muka, mulai berlaku setelah libur Lebaran 2025.

Wahyu menjelaskan dalam hal penyiapan SPPG ada 3 pola, yaitu pola pertama pembangunan SPPG menggunakan APBN, dan dari Rp 71 triliun TA 2025, BGN akan menyiapkan 1.542 SPPG dengan asumsi setiap kabupaten/kota sebanyak 3 titik seluruh Indonesia. Pola kedua adalah pola kerjasama mandiri antara BGN dengan instansi, bisa Pemprov, Pemda, Polres atau instansi lainnya.

“Bentuknya instansi menyiapkan SPPG sampai siap operasional. Artinya bangunannya disiapkan kemudian diisi peralatannya lengkap, sampai kendaraan operasional untuk pengantaran MBG dan baru kemudian dikerjasamakan dengan BGN. BGN akan mendukung anggaran program MBG-nya,” jelas Wahyu.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *