Peristiwa

“Pahlawan Tanpa Tanda Jasa”

REDAKSIBERITA.COM, – Guru dalam filosofi Jawa berarti digugu lan ditiru. Seorang guru merupakan sosok yang harus ‘digugu’ artinya dipatuhi atau didengar dan ‘ditiru’ yang berarti patut dicontoh atau diteladani. Peranan yang sangat penting dan merupakan unsur pembentuk pada setiap lembaga pendidikan. Guru tidak hanya seorang yang luas ilmu pengetahuanya dan mengajar dalam ruang pembelajaran. Guru bisa diartikan sebagai orang yang mengajarkan segala sesuatu, meskipun itu hanya satu huruf. Pengalaman bermanfaat yang mampu mengajari diri kita menjadi lebih baik juga dapat disebut sebagai guru.

Profesi seorang guru, terutama di masyarakat desa termasuk profesi yang dihormati. Guru menduduki strata sosial yang tinggi, bahkan ketika telah pensiun. Ia dianggap sebagai sosok yang serba tahu dan menjadi tempat bertanya warga. Guru juga dinilai sebagai sosok yang berakhlak mulia, bahkan kerap disejajarkan dengan ustadz. Selain berbagai atribut di atas, guru juga dinilai berperan penting dalam mencerdaskan putra-putri bangsa ini. Tanpa guru, tak akan ada kemajuan bangsa ini. Maka, guru pun dianugerahi gelar sebagai Pahlawan Tanpa Tanda Jasa. Gelar yang spesial, gelar yang hebat, gelar bukan sembarang gelar yang bisa diraih oleh profesi lainnya.

Gelar Pahlawan Tanpa Tanda Jasa ini mampu disandang oleh seorang guru yang memiliki nilai keikhlasan, kesabaran dan kepedulian. Jadi, tergantung masing-masing guru yang bersangkutan. Apabila seorang guru memiliki dedikasi yang tinggi terhadap dunia pendidikan Indonesia, serta tak kenal lelah dan sepenuh hati dalam membimbing siswa, dan memiliki cita-cita yang luhur dalam memajukan pendidikan Indonesia. Memang beliau adalah “Pahlawan Tanpa Tanda Jasa”. Sebaliknya, jika seorang guru hanya mengajar asal-asalan dan hanya mementingkan dirinya sendiri tanpa memikirkan perkembangan siswa maka dampaknnya akan kembali pada siswa sehingga guru harus kembali belajar untuk menjadi guru yang ikhlas dalam mengajar.

Ya, hanya seorang “Pahlawan Tanpa Tanda Jasa” yang layak mendidik negeri ini. Terima kasih, Pahlawan Tanpa Tanda Jasa.

 

Penulis Ahmad Kurniawan 77

Related Articles

Close