Pemerintahan

Pendidikan Karakter Guna Membangunan Moralitas Bangsa

REDAKSIBERITA.COM- Moral remaja pada era globalisasi ini telah menyimpang dari ajaran tentang tingkah laku hidup atau ajaran agama tertentu yang berlaku di dalam lingkungan masyarakat. Mereka cenderung mengagung-agungkan budaya Barat dibandingkan budaya asli Indonesia yang sebenarnya sangat unik dan beragam. Bukan hanya mengagung-agungkan budaya Barat saja tapi teknologi global pun juga ikut mempengaruhi krisis moral pada remaja. Kebudayaan sama halnya dengan spesies-spesies, mengalami seleksi berdasarkan adaptasinya terhadap lingkungan, yakni : sejauh mana kebudayaan itu membantu anggota-anggotanya untuk survive dan memelihara kebudayaan itu sendiri.

Secara etimologis kata moral berasal dari kata most dalam bahasa lain, bentuk jamaknya mores yang artinya tata cara atau adat istiadat. Jadi moral adalah ajaran tentang baik buruk yang diterima secara umum meliputi akhlak, dan mental yang membuat orang tetap berani, bersemangat, dan disiplin sebagai perangi (watak, tabiat) yang menetap kuat dalam jiwa manusia dan merupakan sumber timbulnya perbuatan tertentu dari dirinya secara mudah dan ringan tanpa perlu dipikirkan dan direncanakan sebelumnya.

Pendidikan di Indonesia mengemban amanah yang cukup besar dalam melaksanakan pendidikan karakter guna pembangunan moralitas bangsa sejalan dengan gerakan revolusi mental untuk menggembleng manusia Indonesia agar menjadi manusia baru, yang berhati putih, berkemauan baja, bersemangat elang rajawali, berjiwa api yang menyala-nyala seperti gagasan pertama kali dilontarkan oleh Presiden Soekarno pada Peringatan Hari Kemerdekaan 17 Agustus 1956. Inilah saatnya bangsa Indonesia harus mengulang sejarah.

Kita harus menggerakkan kembali gerakan revolusi mental sesuai dengan konteks saat ini, bukan hanya sekedar selogan tetapi harus benar-benar dilaksanakan dalam wujud perjuangan yang nyata kembali lagi kepada materi P4 Pedoman Penghayatan Pengamalan Pancasila srt pelajaran PMP ( Pendidikan Moral Pancasila), supaya kita memahami nilai nilai yang terkandung dalam butir butir tersebut dan akan berdampak pada pola pikir tindak tanduk yang positif bagi lingkungan sekitar dan keluarga

HUT TNI ke 73 dimana TNI mengajak semua lapisan masyarakat untuk bertanggung jawab terhadap perkembangan generasi muda sekarang ini.

Terbukti ketika Kasi Intel Korem 062 Tarumanagara Letnan Kolonel Sandi Yudha Panoto SE beberapa waktu lalu memberikan Kuis Pertanyaan tentang Kebangsaan yang menyebutkan lambang Negara Kesatuan Republik Indonesia dan menyebutkan 5 Butir Pancasila kepada Penonton yang secara nota bene kaula Muda semua di saat paggelaran Puncak HUT RI ke 73 Di Lapangan Makorem 062/ Tarumanagara.

Miris memang mendengar jawaban jawaban yang mereka lontarkan semua kepada Kasi Intel yang saat itu memberikan pertanyaan tersebut, mereka sebagai Penerus Bangsa tidak mengenal apa Lambang Negara Kita dan Bagaimana Isi dari 5 Butir Pancasila.

Belakangan ini banyak yang mengatakan bahwa Indonesia sedang mengalami krisis moral. Indikator keterpurukan manajemen pemerintahan dari pusat sampai ke bawah merupakan faktor yang perlu mendapat perhatian dari berbagai kalangan. Indonesia juga menghadapi masalah merosotnya wibawa negara, merebaknya intoleransi, dan terakhir melemahnya sendi-sendi perekonomian nasional. Belum lagi kasus-kasus kemerosotan moral oleh generasi muda. Perilaku tidak jujur, mementingkan diri sendiri, perkelahian, narkoba, tidak menghormati sesama, dll.

Lantas siapakan yang bertanggung jawab terhadap semua itu? Benarkah Indonesia bisa bangkit dari semua itu?. Pertanyaan itu tidak akan bisa terjawab tanpa adanya tindakan nyata dari berbagai pihak untuk keluar dari keterpurukan moral bangsa. Bangsa Indonesia sedang menghadapi tantangan yang cukup besar dalam upaya membangun kembali moralitas dan karakter bangsa.

 

Sumber Tulisan:

LETKOL INF SANDI YUDHA PANOTO.SE

KASI INTEL KOREM 062 TARUMANAGARA

Related Articles

Close