Hukum
Trending

Penganiyaan Buruh PT Daux Cosmetic Mendapat Perhatian KSBSI

REDAKSIBERITA. COM – Ketua Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) mendapatkan berita mengenai PT.Daux Csmetic dimana terdapat penganiayaan terhadap buruh yang dilakukan PT DAUX Cosmetik yang beralamat di jl.Babakan Abid RT 06 RW 09 Kelurahan Suci Kaler, kecamatan Karangpawitan Kabupaten Garut.

Logo KSBSI

Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua KSBSI Christian Kangae Keytimu,SH.ketika ditemui,wartawan Redaksi Berita.com disela-sela aksi unjuk rasa KMB di halaman parkir Gedung DPRD, Jalan Patriot,no 2 kelurahan Sukagalih,Kec Tarogong kidul kabupaten Garut, Rabu (26 Desember 2018).

“Pada hari Selasa kemaren saya mendapatkan laporan mengenai kasus PT Daux Cosmetic tentang adanya penganiayaan yang dilakukan oleh salah seorang manajernya yang berkebangsaan Korea terhadap buruhnya.”

Menurut Christian seorang Advokat dan kuasa Hukum yang tergabung di FAZAKEY & ASSOCIATES yang berkantor cabang di jl Cigasti Girang Desa Margaluyu Leles Garut,”ini adalah pelanggaran besar terkait apa yang dilakukan PT Daux tersebut, selain itu KSBSI sering mendapatkan laporan dari beberapa pekerja di situ bahwa perusahaan tersebut terlalu banyak melakukan pelanggaran undang-undang no 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan”.

Christian berharap kasus tersebut harus ditindaklanjuti baik oleh pemerintah khusunya dari Dinas ketenaga kerjaan Kabupaten ataupun Provinsi juga kepada rekan-rekan lainnya baik penggiat advokasi maupun pihak lainnya harus memonitor dan harus melihat apakah mereka itu sesuai menerapkan peraturan tentang undang-undang ketenaga kerjaan di Kabupaten Garut.

“Nanti kita akan tanyakan pada PT Daux Cosmetik apakah perjanjian perusahaan sudah sesuai dengan perundangan yang berlaku, legalitasnya juga harus ada di setiap perusahaan hal tersebut dan kami akan mengadakan audiensi dengan pihak PT DAUX Cosmetic.”pungkasnya.

Ketua KSBSI Christian Kangae Keytimu,SH.
Ketua KSBSI Kabupaten Garut juga menjelaskan berdasarkan undang-undang no 13 tahun 2003 ada dua hal tentang hubungan status pekerjaan terkait Pekerja waktu tertentu atau kontrak atau Perjanjian Kerja Waktu Tertentu/Kontrak, (PKWT) dan juga Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu/Tetap. (PKWTT).

“Undang-undang mengatur tentang perjanjian tertentu atau disahkan tentang karyawan tetap, apabila misalkan melakukan perjanjian antara pengusaha dengan pekerja dalam banyak melakukan pelanggaran undang-undang no 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan.

Cristian berharap kasus tersebut harus ditindaklanjuti baik oleh pemerintah kuhusnya dari Dinas ketenaga kerjaan Kabupaten ataupun Provinsi juga kepada rekan-rekan lainnya baik penggiat advokasi maupun pihak lainnya harus memonitor dan harus melihat apakah mereka itu sesuai menerapkan peraturan tentang undang-undang ketenagakerjaan di Kab Garut.

Ketua KSBSI Kabupaten Garut juga menjelaskan berdasarkan undang-undang no 13 tahun 2003 ada dua hal tentang hubungan status pekerjaan terkait Pekerja waktu tertentu atau kontrak atau Perjanjian Kerja Waktu Tertentu/Kontrak, (PKWT) dan juga Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu/Tetap. (PKWTT).

“Undang-undang mengatur tentang perjanjian tertentu atau disahkan tentang karyawan tetap, apabila misalkan melakukan perjanjian antara pengusaha dengan pekerja dalam melakukan rekrutmen terhadap pekerja dan tidak melakukan surat pekerjaan kontrak kerja itu dianggap pekerja tetap.” jelasnya.

Dalam waktu dekat ini KSBSI akan melakukan audiensi dengan perusahaan tersebut dan melakukan advokasi bagi para buruhnya, menurutnya KSBSI harus mengungkap pelanggaran-pelanggaran ini jangan sampai terjadi lagi di Kabupaten Garut.

“Untuk itu mengenai legalitas secara normatif seluruh perusahaan khususnya di kabupaten Garut harus mengikuti segala aturan yang terkait undang-undang tentang ketenagakerjaan.” pungkasnya.

KSBSI juga siap melakukan advokasi karena di dalam tubuh SBSI sendiri ada divisi advokasi dan semua anggotanya berprofesi sebagai pengacara atau advokat yang bersedia ikut serta menegakan hak-hak para buruh. ( A. Solihin)

Editor  Ahmad77

Related Articles

Close