Pemerintahan
Trending

Pengusaha Garut Mendesak Bupati Untuk Mencairkan “BANPROV”

REDAKSIBERITA.COM – Koalisi Masyarakat dan Pengusaha Bersatu (KMPB) beserta Ormas Pemuda Pancasila Kabupaten Garut Dengan koordinator lapangan Abu Musa HM mengadakan audensi dengan Bupati Kabupaten Garut beserta para SKPD terkait lainnya di ruang Rapat kantor Bapenda Jalan Patriot Garut yang sebelumnya diawali dengan aksi unjuk rasa dengan titik star pemberangkatan Lapang Oto Iskandar Dinata (OTISTA)alun -alun Jalan Ahmad Yani Garut.Jumat (30/11).

Suasana peserta Audiens yang diterima langsung oleh Bupati Garut.

 

Adapun isu yang diangkat terkait tentang tidak diserapnya APBD lewat program amazing Bupati Garut selama kurun waktu yang gagal diantaranya :

1. Gedung pkl 1 dan 2 senilai 4,35 M (sampai saat ini tdk berfungsi )
2. Gedung bela diri ciateul senilai 7 M (tidak berfungsi)
3. Gedung olah raga basket senilai 12 M (tidak berfungsi)
4. Perbaikan lapangan jaya raga senilai 2 M (lapangan masih tidak layak pakai)
5. Gedung art centere senilai 4 M (tidak berfungsi)
6. Pembangunan Pasar Wanaraja dan samarang senilai 28 M (tidak di nikmati pedagang kecil)

Penyalah gunaan wewenang lewat pemberian anggaran daerah diantaranya :

1. Bumi Perkemahan
2. Pabrik sepatu Cijolang
3. Tambak udang di Garut Selatan
4. Tower pemancar telekomunikasi yang tidak berizin
5 Merebaknya pendirian mini market
6. PLTMH di kecamatan Singajaya dan kecamatan Peundeuy

Sekedar menghambur-hamburkan APBD dan tdk mampu menaikan sumber pendapatan daerah baik dari pajak atau retribusi dan lainnya.

Tuntutan :

1. Serap anggaran perusahaan bantuan Provinsi tahun anggaran 2018
2. Perbaikan sistem dan pemerataan program kegiatan pengadaan barang dan jasa yang dialokasikan dari APBD Garut.
3. Menuntut DPRD untuk menggunakan hak interpelasi atau hak menyatakan pendapat terkait raport merah yang disampaikan.

Lanjutan audensi yang bertempat di ruang Banggar diterima oleh Bupati Garut H.Rudi Gunawan yang didampingi oleh Wakil ketua komisi satu Deden Sopian Ketua komisi satu, Alit (fraksi PKB), plt Sekda Yati Rohayati, Kepala Badan Kesbangpol Wahyudijaya.

Sementara itu tanggapan Bupati Garut menyatakan bahwa penyerapan dengan teknis Bupati hanya memberikan permohonan sekarang masih ada 110 M untuk Banprov tahun 2018, dan hari ini ada pertemuan tehnis setelah sidang paripurna dan bupati akan memanggil dinas tekhnis supaya ada kesimpulan karena dasar hukumnya sudah ada dan berharap SIUP ada perubahan.

Audensi yang dilanjutkan kembali pada pukul 18.20 WIB bertempat di ruang tapat Bapenda jalan Patriot diterima oleh Asda-1 Didit Fajar Putradi, Pjs sekda Hj. Yati Rohayati, Kapala Bapeda Deni Suherlan.Turut hadir kepala Badan Kesbangpol,Kepala Dinas LHKP Asep Suparman,Kadis Perkim Aah,dan H Uu Kadis PUPR akhirnya dapat Hadir pula,karena sempat dikatakan tidak bisa hadir.

Audiens lanjutan dari pada peserta Unjuk Rasa

Pada kesempatan itu didapat kesepakatan bahwa anggaran Banprov akan segera diserap sesuai UU yang berlaku dan waktu batas pencairan menunggu sampai dengan bulan desember 2018 yang merupakan tanggal pencairan ke propinsi.

Diakhir audensi salah seorang pengusaha yang terlibat langsung dalam Audensi tersebut Agus Joy mengatakan bahwa dirinya merasa bersyukur karena semua berjalan sesuai dengan keinginan masyarakat.

“Alhamdulillah saya mewakili teman-teman pengusaha merasa bersyukur karena akhirnya pak Bupati dapat mengabulkan keinginan dari masyarakat pengusaha, dan semuanya dapat diselesaikan dengan musyawarah.” paparnya.

Agus Joy juga berpesan kepada rekan-rekannya agar lebih meningkatkan kinerja pembangunan dan secara profesional tidak meninggalkan kewajiban nya sebagai masyarakat pengusaha di Kabupaten Garut. ( A.Solihin)

Editor: Ahmad77

Related Articles

Close