Perbaikan Infrastruktur jadi Keluhan Warga di Reses Anggota DPRD Babel Rustam Mataris

Keluhan dan aspirasi perbaikan infrastruktur disampaikan warga di reses yang digelar Rustam Mataris. (Foto: Ist/ RedaksiBerita//)

PANGKALPINANG, REDAKSIBERITA – Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, H. Rustam Mataris melakukan pertemuan tatap muka dan menyerap aspirasi warga dalam reses masa sidang II tahun sidang II, Sabtu (16/5/2026).

Ia menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan segala aspirasi, keluhan, dan usulan yang disampaikan langsung oleh masyarakat.

Bacaan Lainnya

Menurut Rustam, kegiatan mendengarkan langsung aspirasi dan keluhan masyarakat adalah kewajiban utama seorang wakil rakyat, seluruh masukan yang telah dicatat akan dibawa dan diperjuangkan dalam forum rapat paripurna DPRD yang juga akan dihadiri pihak eksekutif, sehingga solusi atas permasalahan warga dapat segera diupayakan.

“Kami benar-benar menampung langsung apa yang menjadi keluhan dan usulan masyarakat. Nanti kami bawa dan tampung kan kembali dalam rapat paripurna di DPRD, di situ nanti para pejabat provinsi juga hadir,” kata Rustam.

“Mudah-mudahan apa yang menjadi poin-poin usulan masyarakat ini bisa menjadi perjuangan kami sebagai wakil rakyat, khususnya kepada para pejabat eksekutif agar segera ditindaklanjuti,” ujarnya.

Dari hasil pencatatan rinci di lapangan, Rustam memaparkan setidaknya tiga permasalahan utama yang paling banyak disampaikan warga, yakni kerusakan infrastruktur jalan, saluran air yang rusak dan tersumbat, serta lampu penerangan jalan umum yang banyak padam.

Untuk sektor infrastruktur, keluhan utama tertuju pada kondisi jalan yang rusak dan belum terpelihara, serta kondisi saluran air atau parit yang sudah bertahun-tahun tidak pernah dibersihkan.

Contoh paling nyata dan menjadi sorotan warga adalah kondisi di sepanjang Jalan Dapati Hamzah dan Jalan Air Hitam. Di lokasi tersebut, saluran air sudah tertutup dan tersumbat kotoran puluhan tahun lamanya, sehingga air tidak mengalir, menimbulkan bau tidak sedap, dan berpotensi menyebabkan banjir saat hujan.

“Khususnya di Jalan Dapati Hamzah dan Jalan Air Hitam, saluran airnya sudah tersumbat. Ini sudah ber puluhan tahun tidak pernah dibersihkan, tidak pernah diolah lagi. Akibatnya air tersendat dan baunya kemana-mana. Selain itu, jalan-jalan di wilayah Ketapang juga menjadi keluhan warga terkait kondisinya yang perlu perbaikan,” jelasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *