PANGKALPINANG, REDAKSIBERITA – Wali Kota Pangkalpinang, Prof Saparudin menghadiri kegiatan yang diselenggarakan oleh Pemodalan Nasional Madani (PNM) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), dalam kesempatan ini ia menyampaikan apresiasi sekaligus pesan penting bagi ribuan nasabah yang sebagian besar adalah ibu-ibu pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) agar memanfaatkan permodalan yang tersedia dengan bijak, bekerja keras, dan menjauhi praktik keuangan yang berisiko seperti judi daring dan pinjaman online ilegal.
Prof Saparudin mengungkapkan ada tiga kunci kesuksesan dalam berusaha yakni kerja keras, jujur dan tidak konsumtif, apalagi berbagai kemudahan diberikan pemerintah bagi masyarakat yang ingin berusaha salah satunya melalui PNM.
“Kehadiran PNM merupakan wujud nyata kehadiran pemerintah untuk membantu perekonomian masyarakat, dari modal yang kecil bisa mendapatkan modal yang besar, tetapi tergantung kedisiplinan dan kemampuan nasabah dalam mengelola usaha dan pengembalian dana,” papar Prof Saparudin, Sabtu (23/5/2026).
Prof Saparudin juga membagikan filosofi bisnis yang ia pelajari sejak muda dari pengusaha keturunan Tionghoa di Bangka Belitung yang dikenal ulet dan maju dalam berusaha.
Menurutnya, prinsip utama yang dipegang adalah membagi hasil usaha menjadi tiga bagian yang jelas, bukan dihabiskan untuk kebutuhan konsumtif semata.
“Saya pernah bertanya, ‘Pak, bisnis orang Tionghoa itu gimana sih?’ Mereka bilang, paling mudah duit dibagi tiga. Sepertiga pertama harus ditabung, sepertiga kedua untuk pengembalian pinjaman atau modal, dan sepertiga yang ketiga baru dipakai untuk kebutuhan operasional atau pribadi,” ungkapnya.
Ia mengingatkan pentingnya sikap hemat dan bijak mengelola keuangan, dicontohkannya bagaimana pengusaha sukses memulai langkahnya dengan pola hidup sederhana, seperti makan bubur atau lauk awetan agar biaya hidup hemat dan modal usaha tetap terjaga.
“Jangan konsumtif. Kalau dapat Rp 300 ribu, Rp 100 ribu ditabung, Rp 100 ribu untuk modal, dan Rp 100 ribu lagi baru pacak (bisa) belanja. Itu prinsip yang saya pelajari. Harus hemat dan jujur, supaya pinjaman dari PNM bisa terus bertambah dan usaha bisa berkembang,” tambahnya.






