PANGKALPINANG, REDAKSIBERITA – Maskapai Super Air Jet rute Bandara Depati Amir Pangkalpinang menuju Bandara Soekarno – Hatta Jakarta, kembali dikeluhkan penumpang.
Kali ini, keluhan itu tidak hanya disampaikan kepada pihak maskapai, tetapi berlanjut ke pihak kepolisian.
Koordinator santri, Muhamad Farhan mengungkapkan rombongan terdiri dari 72 orang santri awalnya mengalami kendala saat hendak naik pesawat, dimana 29 orang di antaranya ditahan di gate dan tidak dapat ikut berangkat.
Menurut Farhan, kronologis kejadian dimulai ketika rombongan berada di ruang gate. Sebanyak 43 orang santri berhasil masuk pesawat dan telah sampai di Jakarta, namun sisanya ditahan dengan alasan keterlambatan. Padahal, boarding pass baru diberikan kepada mereka saat itu juga.
“Kita berusaha berkomunikasi dengan petugas yang menjaga gate, yang menyuruh berkonsultasi dengan atasan atau melapor ke maskapai. Namun ketika menghubungi pihak Super Air Jet, tidak mendapatkan respon sama sekali,” ujarnya, Kamis (2/4/2026).
Lanjutnya kejadian ini terjadi sejak jam 8 pagi hingga saat pelaporan dilakukan. Pihak rombongan akhirnya memutuskan untuk membeli tiket baru, agar 29 santri tersebut dapat berangkat keesokan harinya dan memutuskan untuk melaporkan peristiwa ini ke Kepolisian Daerah (Polda) Babel.






