Selama Arus Mudik dan Balik Idul Fitri, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Pastikan Pasokan Energi Aman

Pertamina Patra Niaga Sumbagsel memastikan pasokan energi aman selama arus mudik dan balik Idul Fitri. (Foto: Ist/ Humas Pertamina//)

PANGKALPINANG, REDAKSIBERITA -Menjelang masa libur dan perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel terus memastikan ketersediaan pasokan energi bagi masyarakat tetap aman.

Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan energi menjelang arus mudik dan arus balik Idul Fitri di wilayah Sumatera Bagian Selatan.

Bacaan Lainnya

Sebagai bentuk komitmen pelayanan kepada masyarakat, Pertamina mengaktifkan Satuan Tugas (Satgas) Ramadan dan Idul Fitri 2026 yang akan siaga penuh selama periode mudik dan arus balik.

Satuan tugas ini bertugas melakukan monitoring secara intensif terhadap suplai, ketahanan stok, dan distribusi energi, serta operasional sarana dan fasilitas di seluruh wilayah kerja Regional Sumbagsel.

Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Erwin Dwiyanto menyampaikan bahwa Pertamina telah melakukan berbagai langkah antisipatif guna memastikan keandalan pasokan serta kelancaran distribusi energi selama periode Ramadan dan Idul Fitri.

“Pertamina telah menyiapkan berbagai langkah antisipatif untuk memastikan pasokan energi tetap aman serta distribusinya berjalan lancar di seluruh wilayah kerja. Koordinasi dengan pemerintah daerah, aparat keamanan, serta instansi terkait juga terus diperkuat guna memastikan penyaluran energi kepada masyarakat tetap berjalan optimal,” jelas Erwin melalui rilis resmi Pertamina, Senin (16/3/2026).

Berdasarkan proyeksi selama periode Satuan Tugas Ramadan dan Idul Fitri, konsumsi gasoline di wilayah Bangka Belitung diperkirakan tidak mengalami perubahan signifikan dibandingkan rata-rata normal harian. Sementara itu, konsumsi gas oil diproyeksikan menurun sekitar 15%. Untuk LPG 3 Kg, konsumsi diperkirakan meningkat sekitar 5%, sedangkan kebutuhan Avtur diproyeksikan naik sekitar 34% seiring meningkatnya aktivitas penerbangan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *