Selama Operasi Ketupat, Irjen Pol Hendro Pandowo: Satu Kasus Menonjol Terjadi di Bangka Belitung

Kapolda Bangka Belitung, Irjen Pol Hendro Pandowo. (Foto: Dok/ RBc//)

PANGKALPINANG, REDAKSIBERITA – Operasi Ketupat Menumbing 2025 yang dilaksanakan Kepolisian Daerah (Polda) Bangka Belitung (Babel) terhitung selama 14 hari resmi berakhir.

Tercatat di sejumlah jajaran Polda Babel, ada beberapa gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang terjadi di sejumlah wilayah, mulai dari kasus kejahatan atau tindak pidana pencurian hingga kasus kecelakaan lalu lintas (laka lantas).

Bacaan Lainnya

Demikian disampaikan Kapolda Babel,  Irjen Pol Hendro Pandowo pada Kamis (10/4/25) di Mapolresta Pangkalpinang, usai memimpin apel perdana usai libur lebaran.

“Secara umum berlangsung aman, namun ada beberapa gangguan kamtibmas yang terjadi dimasa operasi yaitu kalau kita bandingkan dengan tahun 2024 tindak pidana yang terjadi sebanyak 37 kasus, di tahun 2025 ini menjadi 36 kasus, sehingga berkurang 1 kasus atau 3 persen,” tegas Hendro Pandowo.

Dikatakan Hendro, kasus yang terjadi selama OKM 2025 berlangsung diantaranya kasus pencurian dengan kekerasaan, pencurian biasa, penganiayaan, pengancaman dan satu kejadian yang menonjol yang terjadi di Kota Pangkalpinang.

“Iya untuk kejadian yang menonjol itu ada satu yaitu yang terjadi pada 26 Maret 2025 kemarin di wilayah Pangkalpinang, itu ada pembunuhan dengan korban berinisial Herman yang mengalami luka akibat benda tumpul dikepala,” jelasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *