Sulap Lahan Tidur Pesantren Jadi Kawasan Agroculture, Lapas Pangkalpinang Terus Dukung Program Ketahanan Pangan Nasional

Kalapas Kelas IIA Pangkalpinang Sugeng Indrawan ketika menyampaikan program yang dilaksanakan bersama pihak kelurahan. (Foto: Ist/ Humas Lapas//)

PANGKALPINANG, REDAKSIBERITA – Komitmen dalam mendukung program ketahanan pangan nasional terus ditunjukkan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Pangkalpinang.

Sebelumnya Program Kelurahan Binaan bersama Kelurahan Tuatunu Indah mengimplementasikan kompos di perkebunan milik desa, kini Lapas Pangkalpinang menginisiasi pengembangan kawasan Agro Culture di lingkungan Pesantren Manba’ul Ulum melalui pemanfaatan lahan tidur yang sebelumnya tidak produktif.

Bacaan Lainnya

Program ini merupakan upaya pemanfaatan lahan tidur seluas sekitar 75 x 25 meter menjadi kawasan pertanian produktif yang mendukung ketahanan pangan, serta memberikan manfaat ekonomi dan edukasi bagi masyarakat melalui budidaya berbagai komoditas hortikultura.

Kepala Lapas Pangkalpinang, Sugeng Indrawan mengatakan bahwa pengembangan kawasan Agro Culture di lingkungan pesantren, tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi pangan, tetapi juga menjadi sarana pemberdayaan dan pembelajaran bagi para santri.

“Kami berharap pemanfaatan lahan tidur ini dapat mendukung ketahanan pangan, memberdayakan santri dan santriwati, serta menjadi pilot project edukasi pertanian di Kelurahan Tuatunu Indah,” ujar Sugeng, Selasa (2/6/2026).

Lebih lanjut, Sugeng menjelaskan program tersebut diharapkan memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar, baik dari sisi ketahanan pangan maupun peningkatan perekonomian.

Menurutnya, kawasan Agro Culture dapat menjadi wadah mengembangkan potensi unggulan lokal yang dimiliki Kelurahan Tuatunu Indah.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *