PANGKALPINANG, REDAKSIBERITA – Selama tahun 2024 kasus pencabulan, perkosaan dan perlindungan anak menjadi perhatian masyarakat di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), apalagi kasus yang terjadi di akhir November 2024 lalu yakni penyekapan ibu dan anak di bekas kandang anjing.
Kepala Kepolisian Daerah (Polda) Bangka Belitung (Babel) Hendro Pandowo mengungkapkan jumlah tindak pidana (JTP) konvensional tahun 2023 dibandingkan 2024 yang mengalami kenaikan yakni perkosaan naik 2 kasus atau 33 persen, kemudian pencabulan naik 4 kasus atau 40 persen, sedangkan perlindungan anak naik 8 kasus atau 57 persen.
Dijelaskannya di tahun 2023 lalu untuk kasus perkosaan terjadi 6 kasus dengan penyelesaian tindak pidana (PTP) sebanyak 3 kasus sedangkan tahun 2024 terjadi 8 kasus dengan PTP sebanyak 4 kasus. Sementara itu kasus pencabulan di tahun 2023 sebanyak 10 kasus dengan PTP sebanyak 4 kasus dibandikan tahun 2024 terjadi 14 kasus dengan PTP sebanyak 8 kasus.
“Kasus perlindungan anak di tahun 2023 terjadi 40 kasus dengan PTP sebanyak 27 kasus, di 2024 terjadi 75 kasus dengan PTP sebanyak 33 kasus,” tegas Hendro Pandowo di Pangkalpinang, Senin (30/12/2024).
Sementara itu terkait dengan JTP lainnya seperti pencurian dengan pemberatan (Curat) mengalami tren menurun dari 377 kasus di 2023 sedangkan di 2024 hanya 268 kasus, pencurian dengan kekerasan (Curas) dari 23 menjadi 14 kasus, pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) dari 23 menjadi 21 kasus, pencurian biasa (Cursa) dari 260 menjadi 206 kasus, pembunuhan dari 10 menjadi 3 kasus, penganiayaan dan penganiyaan berat dari 186 menjadi 153 kasus, pengeroyokan tetap 46 kasus di 2023 dan 2024.
Kemudian penipuan dari 122 menjadi 64 kasus, penggelapan dari 166 menjadi 81 kasus, kekerasan seksual dari 14 menjadi 12 kasus, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dari 75 menjadi 59 kasus, minuman keras (Miras) tetap 2 kasus, judi dari 14 menjadi 1 kasus, dan konvensional lainnya dari 249 menjadi 54 kasus.
“Langkah-langkah yang sudah lainnya dilakukan dengan preventif, preemtif dan refresif serta dengan Cooling System akan terus dilaksanakan kedepannya,” kata Hendro Pandowo.






