Ucok Tak Mau Sekedar Janji, Usulan dan Aspirasi Warga di Reses baru Direalisasikan Tahun 2027

Anggota DPRD Babel Ucok Oktahaber memberikan tanggapan usai reses II masa sidang II tahun 2026. (Foto: Ist/ RedaksiBerita//)

PANGKALPINANG, REDAKSIBERITA – Reses II masa sidang II tahun 2026 digelar Anggota DPRD Babel, salah satunya Ucok Oktahaber atau yang akrab disapa Ucok guna menampung aspirasi dari masyarakat.

Namun, dalam reses kali ini ia membatasi aspirasi atau dengan catatan khusus, hal ini disebabkan dalam reses sebelumnya aspirasi warga banyak yang belum terealisasi oleh pemerintah daerah hingga saat ini.

Bacaan Lainnya

Menurut Ucok, langkah ini diambil karena meninjau realitas di lapangan, di mana seluruh usulan yang disampaikan pada tahun 2025 lalu, bahkan yang disampaikan hingga tiga kali dalam sesi reses berbeda, nyatanya belum ada satu pun yang terlaksana.

Ucok menjelaskan dalam pertemuan kali ini, aspirasi yang masuk dari masyarakat beragam mulai dari kebutuhan sarana prasarana hingga fasilitas umum.

“Beberapa poin penting yang diusulkan warga dalam reses kali ini antara lain pembuatan sumur bor untuk kantor kelurahan, pengadaan tong sampah guna mendukung kebersihan lingkungan, serta perbaikan infrastruktur dasar lainnya,” kata Ucok usai kegiatan, Sabtu (16/5/2026).

“Alasannya sederhana, kami tidak ingin sekadar berjanji kepada masyarakat, namun pada kenyataannya tidak bisa mewujudkannya karena terhalang berbagai kendala, fakta usulan kita di tahun 2025 lalu, sampai hari ini belum ada yang terealisasi satu pun,” ujarnya.

Ia juga menegaskan, usulan yang masuk kali ini berbeda sepenuhnya dengan usulan tahun lalu. Jika tahun 2025 lebih banyak berkaitan dengan pengerukan saluran air, pembuatan gorong-gorong, dan perbaikan genangan air, maka usulan tahun ini lebih berfokus pada kebutuhan pendukung pelayanan kelurahan dan lingkungan.

Ditanya mengenai apa yang menjadi penghambat utama sehingga usulan warga tertahan lama dan tidak kunjung dilaksanakan, Ucok dengan tegas menyebutkan kendala utamanya adalah masalah anggaran.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *