PANGKALPINANG, REDAKSIBERITA – Artificial reef yang ditenggelamkan PT Timah Tbk di Perairan Rambak, Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka pada Tahun 2022 lalu kini mulai ditumbuhi penempelan alami (natural recruitment), menjadi habitat baru bagi berbagai biota laut.
Ribuan artificial reef secara konsisten ditenggelamkan PT Timah Tbk di Perairan Bangka, sebagai salah satu bentuk reklamasi laut yang dilakukan perusahaan sekaligus upaya untuk memulihkan ekosistem laut.
Berdasarkan hasil monitoring yang dilakukan Yayasan Sayang Babel Kite bersama Dosen Ilmu Kelautan Universitas Bangka Belitung, Indra Ambalika Syari, pada 15 Maret 2025 lalu menunjukkan bahwa struktur artificial reef kini telah menjadi rumah bagi berbagai jenis karang alami serta menarik keberagaman ikan dan biota laut lainnya.
Hal ini menjadi indikator keberhasilan dalam membangun ekosistem bawah laut yang sehat dan memberikan dampak bagi biota laut.
Sebelumnya, PT Timah Tbk telah menenggelamkan 240 unit artificial reef di kawasan tersebut.
“Hasil monitoring menunjukkan artificial reef yang ditenggelamkan telah ditempeli karang alami, sehingga banyak ikan-ikan yang datang,” kata Indra Ambalika dilansir dari www.timah.com
“Ini artinya terumbu karang buatan sudah menjadi terumbu alami. Yang membuat rasa bahagia, ikan karang indikator juga ada di kawasan itu tidak hanya ikan-ikan target yang memiliki nilai ekonomis tinggi,” ujarnya.
Beberapa jenis ikan indikator yang ada di perairan ini seperti dari famili Chaetodontidae, Pomacentridae, Apogonidae, dan banak jenis ikan lainnya, sedangkan ikan target yang ada di perairan ini seperti ikan seminyak, kakap merah, kerapu, tompel, dan sisik tembaga.






