Utamakan Reses Didaerah Pemilihan, Dody Kusdian Tampung Aspirasi Masalah Pendidikan, Kesehatan hingga Peluang Kerja

Ketua Komisi II DPRD Babel Dody Kusdian saat melaksanakan reses II masa sidang II tahun 2026. (Foto: Ist/ RedaksiBerita//)

PANGKALPINANG, REDAKSIBERITA -Sektor pendidikan, kesehatan, sosial, ekonomi, hingga peluang kerja bagi anak muda yang ingin berkarir di luar negeri menjadi bahan hasil reses yang dilaksanakan Ketua Komisi II DPRD Babel, Dody Kusdian dalam kegiatan reses masa sidang II tahun sidang 2026.

Dijelaskannya fokus pembahasan dalam reses kali ini tetap berpedoman pada Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), dan permasalahan yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

Bacaan Lainnya

“Fokus kita pada reses kali ini masih seputar permasalahan yang berkembang di masyarakat, tentunya tetap berlandaskan RTRW. Kami hadir untuk menjadi jembatan aspirasi masyarakat, mencari tahu apa yang menjadi kendala, dan bagaimana solusi terbaik yang bisa kami perjuangkan,” ujar Dody, Sabtu (16/5/2026).

Dari hasil penyerapan aspirasi, dipaparkan Dody Kusdian setidaknya ada empat sektor utama yang paling banyak disampaikan warga, pertama adalah sektor pendidikan.

Mengingat sebentar lagi akan memasuki tahun ajaran baru dan masa PPDB, warga berharap segala kendala dan permasalahan terkait akses pendidikan dapat diselesaikan dengan baik agar tidak merugikan siswa maupun orang tua.

Kedua, sektor kesehatan dimana keluhan utama banyak tertuju pada kepesertaan BPJS Kesehatan yang tidak aktif atau bermasalah. Masyarakat berharap ada penjelasan dan solusi nyata dari dinas terkait mengenai tata cara pengaktifan kembali, hingga penyelesaian masalah administrasi yang kerap mempersulit warga saat membutuhkan pelayanan medis.

Ketiga, masalah kesejahteraan sosial yang mana warga meminta kejelasan terkait penyaluran bantuan sosial, serta pemutakhiran data penerima manfaat agar bantuan yang disalurkan tepat sasaran dan tidak ada lagi data yang tumpang tindih atau kadaluarsa.

“Keempat, sektor ekonomi dan UMKM. Kita tahu Pangkalpinang ini masyarakatnya banyak bergerak di sektor UMKM, mereka membutuhkan perhatian berupa bantuan modal usaha, pendampingan manajemen, hingga fasilitasi sertifikasi produk agar usaha mereka semakin berkembang dan berdaya saing,” jelas Dody.

Poin penting lainnya yang menjadi perhatian khusus Dody adalah nasib anak-anak muda di Bangka Belitung. Ia menyebutkan, saat ini banyak pemuda yang ingin bekerja ke luar negeri, namun masih banyak yang menempuh jalur tidak resmi atau ilegal, sehingga rentan tertipu dan berisiko tinggi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *