Oleh: Chairul AprizalĀ
Vaksinasi disiasati sebagai upaya untuk mencegah agar tubuh manusia tidak tumbang ketika terinfeksi oleh virus penyakit. Kaidahnya vaksin atau imunisasi memaksa kehidupan manusia agar dapat menerima kehadiran virus penyakit dengan berdamai. Sehingga pada akhirnya manusia akan hidup berdampingan dengan virus penyakit. Berdamai dengan virus penyakit artinya ketika tubuh manusia terinfeksi maka tidak lagi menjadi sakit.
Konsep ini sudah diterapkan sejak puluhan tahun lalu dan masih dipakai di era sekarang. Buktinya ketika pandemi Virus Covid-19 sempat melumpuhkan hampir seluruh umat manusia di belahan dunia. Kala itu, ilmuwan tidak menemukan obat yang dapat menjadi antivirus atau menyembuhkan manusia terinfeksi covid-19. Dengan mempertimbangkan banyaknya korban yang sudah berjatuhan hingga meninggal dunia membuat kita harus mengambil alternatif dalam upaya percepatan dalam memutus mata rantai penyebaran virus yang cepat sekali menular ini dengan trik Vaksinasi.
Berdasarkan keterangan tertulis dari situs web resmi Uni Eropa pada portal informasi Vaksinasi Eropa dijelaskan asal usul vaksin diawali sejak 229 tahun yang lalu tepatnya tahun 1976. Pertama kali dikembangkan untuk melindungi dari penyakit cacar. Penyakit cacar telah menewaskan sebagian dari semua yang terinfeksi sehingga berdampak pada peradaban manusia. Awalnya proses pengembangan ini disebut variolasi yang dimana menempatkan sejumlah kecil materi pada luka virus cacar dari pasien yang terinfeksi sedang masa pemulihan.
Variolasi kemudian dibawa ke Eropa untuk digunakan, tetapi proses ini mengundang resiko yang tidak kalah serius karena dapat menginfeksi manusia yang seharusnya dicegah. Sampai pada akhirnya berkembang menjadi proses yang dianggap lebih aman dan efektif agar manusia terlindungi dari cacar tanpa ancaman tertular yakni mengemuka vaksin cacar. Dengan prinsipnya adalah vaksin hidup yang dilemahkan virus penyebab penyakit diambil dari luka cacar sapi yang dianggap tidak lebih berbahaya untuk mengimunisasikan orang. Barulah pada abad ke 20 penyakit yang telah menegaskan ratusan juta orang telah berhasil dikendalikan pada tahun 1980.
Seperjalanannya vaksin yang telah menjadi alternatif dalam upaya pencegahan penularan virus, meningkat juga pemahaman manusia tentang sistem imun, penyakit, dan genetika sehingga vaksin tidak hanya diambil dari virus yang dilemahkan. Para ilmuwan menemukan vaksin berbasis protein yang melindungi dari penularan virus pada tahun 1981. Ilmuwan menemukan mRNA yang merupakan bagian dari sistem pengkodean untuk membuat protein. Vaksin mRNA melawan influenza diuji tahun 1990an dan vaksin rabies diuji pada tahun 2013.
Terakhir kali orang-orang merasakan dampak buruk yang besar dari penularan virus covid-19. Dan ternyata sepanjang sejarah manusia ada sejumlah virus yang juga sangat mematikan pada zamannya. Dalam situs Gavi The Vaccine Alliance sebuah media yang konsen meliput setiap sudut kesehatan dan imunisasi global merangkum 7 pandemi virus mematikan yang pernah terjadi. Pandemi (wabah Pes) yang dikenal dengan Kematian Hitam (1334-1353) muncul di Cina Timur laut bergerak ke barat sampai ke pelabuhan dagang yang bernama Kaffa di laut hitam telah menewaskan lebih dari jutaan manusia. Disinyalir kapal yang membawa barang dagangan ini ikut membawa tikus. Dari tahun 1347 berlanjut dalam kurun waktu 5 tahun setelahnya telah menewaskan hampir separuh Eropa.
Pandemi flu yang menewaskan 50 sampai 100 juta orang pada tahun 1918-1920 tercatat sebagai sebuah pandemi yang mematikan dalam sejarah. 90 persen penduduk Desa terpencil di Alaska meninggal dunia karena virus influenza. Virus ini melumpuhkan beberapa negara di belahan dunia seperti India, Asia Selatan, AS, sampai Afrika. Pandemi cacar pada tahun 1520-1600an disebut mematikan karena menewaskan 25-56 juta orang. Dari pandemi ini awal mula vaksin dikembangkan. Wabah Justinian sebagai pandemi mematikan yang telah menewaskan 30-50 juta orang sejak tahun 541-549 M. Virus yang membunuh 10 ribu orang setiap hari pada masa kaisar Romawi atau Bizantium dipastikan sebagai wabah Pes besar pertama.





