PANGKALPINANG, REDAKSIBERITA -Praktisi hukum sekaligus aktivis Syukur Mandar melontarkan kritik pedas terhadap program unggulan Presiden, Makan Bergizi Gratis (MBG).
Melalui unggahan di akun TikTok pribadinya (@syukurmandar) pada 4 Mei 2026 itu, ia menyoroti ketimpangan realisasi anggaran serta potensi kebocoran dana yang dinilai justru memperkaya kelompok tertentu di lingkaran kekuasaan.
Syukur menanggapi narasi Presiden yang sering kali mempertanyakan “apa salahnya menggunakan uang negara untuk memberi makan rakyat.”
Menurutnya, persoalan utama bukan pada niat memberi makan, melainkan pada distribusi anggaran yang dianggap tidak efisien dan tidak tepat sasaran.
Dalam narasinya, Syukur memaparkan analisis tajam mengenai alokasi anggaran sebesar Rp 335 triliun yang dikucurkan untuk program tersebut.
Ia mengklaim bahwa manfaat nyata yang sampai ke perut penerima, seperti ibu hamil dan anak-anak hanya berkisar di angka Rp 7.000 hingga Rp 8.000 per porsi.
“Selebihnya itu nyangkut di pemilik dapur, penyedia pengadaan barang dan jasa, pengelola kebijakan, dan orang-orang di sekitar proyek MBG itu,” ujar Syukur dalam unggahannya.
Ia secara gamblang menyebut bahwa pihak-pihak yang diuntungkan dari rantai pasok program ini merupakan orang-orang yang berada dalam lingkaran kelompok sang Presiden sendiri.
Hal ini, menurut Syukur, memicu pertanyaan publik mengenai esensi sebenarnya dari program tersebut.






